Pokrovsk diambang jatuh, Trump: Rusia kini berada 'di atas angin'
Jumat, 12 Desember 2025

JAKARTA - Kejatuhan kota strategis Pokrovsk ke tangan militer Rusia kini dinilai para pengamat militer hanya tinggal menunggu waktu, bukan lagi soal kemungkinan.
Meskipun hilangnya kota logistik ini diprediksi tidak akan memicu keruntuhan total pada garis pertahanan Ukraina, dampaknya secara geopolitik sangat fatal.
Peristiwa ini terjadi di momen yang sangat sensitif, memberikan pukulan telak bagi posisi tawar Kyiv tepat ketika pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump tengah memfinalisasi kerangka negosiasi untuk mengakhiri perang.
Seperti dilansir dari reuters.com (11/12), Moskow telah mengklaim kontrol penuh atas Pokrovsk sejak 1 Desember, dua hari sebelum utusan khusus Trump mengadakan pembicaraan dengan Presiden Vladimir Putin.
Meski Kyiv bersikeras pasukannya masih bertahan di sektor utara kota yang kini telah menjadi reruntuhan tersebut, dinamika lapangan ini langsung mempengaruhi persepsi politik di Washington.
Presiden Trump minggu ini memperkeras retorikanya kepada Politico, menyebut Rusia kini berada "di atas angin" (upper hand) dan secara terbuka mendesak Presiden Volodymyr Zelenskiy untuk mulai "menerima kenyataan".
Mykola Bielieskov, analis senior Ukraina, menilai tekanan militer Rusia ini efektif mempengaruhi persepsi Trump guna memaksakan penyelesaian konflik dengan syarat yang tidak menguntungkan bagi Ukraina.
Secara taktis, pergerakan Rusia sebenarnya terhambat oleh saturasi drone tempur di garis depan, memaksa mereka maju perlahan dalam kelompok-kelompok kecil.
Namun, para ahli memperingatkan bahwa jika Pokrovsk yang terletak di dataran tinggi sepenuhnya diamankan, Rusia akan memanfaatkannya sebagai pijakan ideal untuk melancarkan serangan ke arah kota benteng (fortress cities) utama lainnya, yakni Sloviansk dan Kramatorsk.
Selain itu, posisi ketinggian ini akan memungkinkan Rusia memperluas jangkauan operasional drone mereka ke wilayah yang lebih dalam.
Di meja diplomasi, tekanan terhadap Ukraina kian memuncak. Rencana damai awal yang didukung AS mengusulkan penarikan mundur Ukraina dari wilayah Donetsk di mana Kyiv saat ini hanya menguasai sekitar 20 persen lahan.
Zelenskiy menolak keras opsi penyerahan wilayah berdaulat dan tengah menyusun proposal revisi bersama sekutu Eropa.
Namun, dengan ancaman Trump untuk memangkas dukungan intelijen dan militer jika perang berlarut-larut, Ukraina kini berada dalam dilema eksistensial antara mempertahankan integritas teritorial atau tunduk pada realitas kekuatan global yang kian tidak berpihak.
Pokrovsk adalah kota yang terletak di Oblast Donetsk, Ukraina Timur, berjarak sekitar 56 kilometer di sebelah barat laut Donetsk. Kota ini memiliki signifikansi strategis yang penting sebagai pusat administratif wilayah Pokrovsk dan merupakan gerbang penghubung antara Donetsk dan Dnipro.
Secara historis, Pokrovsk (sebelumnya dikenal dengan nama Krasnoarmiisk hingga 2016 dan Grishino hingga 1934) berkembang pesat sejak era Soviet berkat pembangunan stasiun kereta api dan eksplorasi sumber daya alam bawah tanah, terutama batubara.ā (SF)