AKRA gaet BW Group buat usaha patungan garap FSRU, beroperasi 2029
Rabu, 01 Juli 2026
JAKARTA – PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), pengelola KEK JIIPE Gresik, membentuk usaha patungan (JV) yang dinamakan PT Andalanesa Energi Primer bersama BW Group untuk menggarap proyek Floating Storage Regasification Unit (FSRU) untuk LNG.
Berdasarkan perjanjian 26 Juni 2026, AKRA dan entitas BW Group, BW FSRU VII Pte. Ltd., masing-masing akan menyuntikkan 49% modal ke dalam usaha patungan tersebut senilai US$46,99 juta – atau setara Rp788,66 miliar.
Sisa 2% dari JV tersebut akan diambil alih oleh induk AKRA, PT Arthakencana Rayatama.
Pembentukan JV ini dilakukan seiring dengan rencana pembelian atau pembangunan unit FSRU oleh HD Hyundai Heavy Industries Co., Ltd. yang merupakan pihak ketiga tak terafiliasi dengan Perseroan.
Menurut Perseroan, BW Group, yang notabene merupakan perusahaan maritim global, akan menjadi mitra strategis yang memiliki pengalaman dan keahlian dalam industri FSRU.
BW Group telah menandatangani perjanjian pembangunan dan pengadaan satu unit FSRU LNG berkapasitas sekitar 170 ribu CBM, yang dirancang untuk “mendukung pengembangan infrastruktur LNG pada proyek terminal LNG JIIPE.”
Sejalan dengan ini, proyek FSRU AKRA diharapkan dapat menjaga ketahanan pasokan LNG nasional, terutama di KEK JIIPE Gresik dan wilayah Jawa Timur, serta memberikan sumber pendapatan baru bagi Perseroan.
“Melalui Pembentukan JVCo, Perseroan diharapkan dapat memperkuat posisi bisnisnya di sektor infrastruktur energi dan memperluas portofolio usaha Perseroan di bidang rantai pasok gas alam cair (LNG),” ujar manajemen dalam keterangan resmi.
Menurut laporan penilai independen Truscel, pasar FSRU global diperkirakan akan bergeser dari kondisi pasar yang ketat menuju kondisi well-supplied pada periode 2026–2027 seiring penambahan kapasitas.
Lebih dari 15 negara berkembang di Afrika dan Asia Tenggara telah membuat rencana operasional FSRU pertama mereka untuk mendukung program gas-to-power. Dengan kondisi ini, tarif charter FSRU di 2026-2027 diproyeksikan bergerak dalam rentang US$100.000–US$130.000 per hari,
Di Indonesia sendiri, terdapat empat unit FSRU yang dikelola PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dan afiliasi PT Pertamina (Persero) di perairan Jawa, Sumatra, dan Bali.
Untuk FSRU miliknya, AKRA menargetkan commercial operation date (COD) pada kuartal III 2029, dengan proyeksi laba tambahan hingga Rp25,5 miliar pada 2029 dan Rp43,38 miliar pada 2030, dan payback period mencapai 11,5 tahun. (ZH)