AS sanksi enam kapal setelah sita tanker minyak Venezuela
Jumat, 12 Desember 2025

WASHINGTON - Amerika Serikat menjatuhkan sanksi baru terhadap enam kapal yang diduga mengangkut minyak Venezuela, hanya sehari setelah menyita sebuah tanker di lepas pantai negara tersebut.Washington juga mengumumkan sanksi terhadap sejumlah kerabat Presiden Nicolás Maduro serta bisnis yang terkait dengan apa yang dianggap AS sebagai rezim tidak sah.Dilansir dari bbc.com, juru bicara Gedung Putih, Karoline Leavitt, mengatakan kapal yang disita, bernama Skipper, terlibat dalam “pengiriman minyak ilegal” dan akan dibawa ke pelabuhan AS.Caracas mengecam tindakan itu sebagai pembajakan internasional.Langkah ini menandai eskalasi tajam tekanan AS terhadap Maduro, di tengah serangkaian serangan terhadap kapal yang dituduh membawa narkoba dari Venezuela serta peningkatan kehadiran kapal perang Amerika di kawasan.Pemerintahan Trump menuduh Venezuela menyalurkan narkotika ke AS, sementara Caracas menuding Washington ingin “merebut” sumber daya minyaknya.Maduro menegaskan Venezuela tidak akan menjadi “koloni minyak”.Leavitt menekankan komitmen AS untuk menghentikan aliran narkoba dan menegakkan sanksi, namun enggan menyebut apakah penyitaan kapal tambahan akan dilakukan.Ia menegaskan AS tidak akan membiarkan kapal yang dikenai sanksi “mengangkut minyak pasar gelap yang hasilnya mendanai narco-terorisme.”AS berencana menyita minyak di dalam Skipper setelah proses hukum selesai. Leavitt juga menyebut Trump tak khawatir dengan laporan bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin telah menghubungi Maduro untuk menawarkan dukungan.Menteri Keuangan AS, Scott Bessent, menyatakan sanksi terhadap tiga keponakan istri Maduro, serta sejumlah perusahaan dan kapal, ditujukan untuk melemahkan “kendali diktatorial dan brutal” sang pemimpin.Dalam pernyataannya di X, ia mengatakan AS menuntut pertanggungjawaban “rezim dan kroninya”.Sehari sebelumnya, Gedung Putih merilis rekaman dramatis penyergapan yang menunjukkan pasukan bersenjata lengkap turun dari helikopter ke atas Skipper.Pemerintah Venezuela mengecam keras tindakan itu; Maduro menuduh AS “menculik awak kapal” dan “merampas” tanker tersebut, menyebutnya sebagai awal “era pembajakan laut kriminal di Karibia.”Menteri Dalam Negeri Diosdado Cabello menyebut AS sebagai “pembunuh, pencuri, dan perompak.”Menurut laporan CBS, kapal Skipper telah dikenai sanksi AS sejak 2022 karena diduga terlibat penyelundupan minyak yang menghasilkan dana bagi Hezbollah dan IRGC-QF.Dalam beberapa hari menjelang penyitaan, AS meningkatkan kehadiran militernya di Laut Karibia, termasuk menempatkan ribuan personel dan kapal induk USS Gerald Ford, yang terbesar di dunia, di dekat Venezuela. (DK)