Arus keluar ETF tekan kripto, Citi pangkas target bitcoin dan ether
Kamis, 02 Juli 2026
JAKARTA - Citigroup memangkas proyeksi harga bitcoin dan rther untuk 12 bulan ke depan setelah menilai minat investor terhadap aset kripto terus melemah. Arus dana keluar (outflow) dari produk exchange-traded fund (ETF) berbasis kripto serta lambatnya perkembangan regulasi aset digital di Amerika Serikat menjadi faktor utama yang membebani prospek pasar.
Seperti dikutip Reuters, dalam riset yang diterbitkan Selasa, Citi memangkas target harga bitcoin menjadi US$82.000 dari sebelumnya US$112.000. Sementara itu, proyeksi harga ether diturunkan menjadi US$2.240 dari sebelumnya US$3.175.
Saat laporan diterbitkan, bitcoin diperdagangkan di level US$58.864,27, terendah sejak September 2024 dan telah kehilangan sekitar separuh nilainya dibandingkan rekor tertinggi US$126.223,18 yang dicapai pada Oktober tahun lalu. Adapun ether berada di US$1.585,63, level terendah sejak April 2025.
Menurut Citi, pasar kripto sepanjang tahun ini menghadapi tekanan akibat volatilitas pasar yang tinggi, berkurangnya minat investor karena beralih ke penawaran umum perdana (IPO) yang dinilai lebih menarik, serta arus keluar dana yang terus berlanjut dari ETF berbasis aset digital.
Secara teknikal, bitcoin dan ether kini diperdagangkan di bawah rata-rata pergerakan harga jangka panjang (long-term moving average), yang mencerminkan sentimen pasar masih cenderung negatif.
Dalam skenario pesimistis (bear case), Citi memperkirakan harga bitcoin dapat turun hingga US$53.000 dalam 12 bulan mendatang, sedangkan ether berpotensi merosot ke US$1.094. Proyeksi tersebut didasarkan pada asumsi kondisi makroekonomi yang memasuki resesi dan arus keluar dana ETF yang terus berlanjut.
Revisi proyeksi itu juga dipicu perubahan asumsi Citi terhadap arus masuk bersih ETF bitcoin selama 12 bulan ke depan. Bank investasi tersebut kini memperkirakan tidak ada arus masuk bersih dana, jauh lebih rendah dibandingkan estimasi sebelumnya sebesar US$10 miliar.
"Arus dana ETF, yang merupakan faktor pendorong penting bagi harga, belakangan ini telah berubah menjadi negatif," tulis Citi dalam laporannya.
Citi menambahkan arus dana keluar dari ETF Bitcoin telah mencapai sekitar US$3,3 miliar sejak awal tahun. Kondisi tersebut diperkirakan akan menunda adopsi investor yang lebih luas hingga muncul katalis baru yang mampu mengangkat kembali minat pasar.
Selain itu, lambatnya pembahasan regulasi aset kripto di Amerika Serikat turut menekan sentimen investor.
Kekhawatiran terhadap potensi aksi jual Bitcoin oleh perusahaan-perusahaan yang menjadikan aset digital sebagai bagian dari cadangan kas (digital asset treasury companies) juga memperburuk prospek pasar.
Di sisi lain, Citi menilai pelemahan pasar kripto bertepatan dengan pergeseran alokasi dana investor ke aset-aset yang terkait dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI), sehingga mengurangi daya tarik investasi pada aset digital dalam jangka pendek.(DH)