SpaceX siapkan IPO jumbo, valuasi berpotensi tembus US$2 triliun
Jumat, 12 Desember 2025

NEW YORK - Para investor mulai menyambut rencana SpaceX menggelar penawaran umum perdana (IPO) yang kabarnya dapat berlangsung awal Juni.
Dikutip reuters.com (11/12), perusahaan roket dan satelit milik Elon Musk itu menargetkan penggalangan dana lebih dari US$25 miliar, dengan valuasi awal yang diperkirakan melampaui US$1 triliun.
Analis menilai permintaan dari investor ritel akan sangat besar meski bisnis antariksa dikenal berisiko tinggi dan padat modal.
“Ini akan menjadi IPO paling gila dalam sejarah pasar saham. Jika targetnya US$1,5 triliun, saya tidak akan kaget jika nilainya naik menjadi lebih dari US$2 triliun,” ujar Shay Boloor dari Futurum Equities Research.
Musk, dengan gaya manajemen tak lazim dan kerap berseberangan dengan regulator, dinilai tetap menjadi daya tarik perusahaan. Meski rekam jejak pengawasan terhadap Tesla penuh kontroversi mulai dari perselisihan dengan SEC hingga ancaman hengkang terkait paket gaji jumbo para investor melihat risiko tersebut sebagai bagian dari potensi keuntungan.
“Imbal hasil harus mengompensasi pemegang saham untuk risiko,” kata Christopher Marangi dari GAMCO Investors.
Sejumlah manajer investasi telah memiliki eksposur ke SpaceX melalui transaksi sebelumnya, dan sebagian mengatakan siap menyambut IPO perusahaan yang dinilai memiliki fundamental kuat lewat bisnis peluncuran roket dan layanan internet Starlink. “Ini situasi langka, di mana Anda mendapatkan ‘steak dan sizzle’ sekaligus,” kata Dan Hanson dari Neuberger Berman.
Dana IPO disebut dapat mempercepat pengembangan teknologi baru, termasuk pusat data berbasis ruang angkasa yang lebih efisien energi. Potensi pertumbuhan ini membuat SpaceX disebut sebagai calon “market darling” dalam gelombang revolusi teknologi berikutnya.
Meski demikian, sejarah menunjukkan IPO ber-valuasi tinggi sering gagal memberikan kinerja jangka panjang. Data Jay Ritter dari Universitas Florida mencatat hanya sedikit perusahaan bernilai lebih dari 40 kali pendapatan yang mampu mempertahankan kenaikan harga tiga tahun setelah IPO. “Valuasi yang sangat tinggi memang mengurangi sebagian potensi kenaikan,” ujarnya.(DH)