AADI beri pinjaman ke Kaltara Power Indonesia senilai US$100,8 juta

Jumat, 03 Juli 2026

image

JAKARTA - PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) memberikan fasilitas pinjaman kepada PT Kaltara Power Indonesia (KPI) dengan nilai mencapai US$100,8 juta atau sekitar Rp1,64 triliun.

Dalam keterbukaan informasi Perseroan, Kamis (2/7), Manajemen AADI menyampaikan bahwa perjanjian pinjaman tersebut mulai berlaku efektif sejak 30 Juni 2026.

Berdasarkan laporan keuangan AADI, KPI merupakan anak usaha Perseroan yang masih berada dalam satu grup Adaro, yang bergerak di segmen penyewaan pembangkit listrik dan jasa penunjang tenaga listrik.

Transaksi ini dikategorikan sebagai transaksi afiliasi sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 42/POJK.04/2020 mengenai transaksi afiliasi dan transaksi benturan kepentingan.

Dana pinjaman tersebut akan digunakan KPI untuk mendukung kegiatan usaha, termasuk belanja modal (capital expenditure) dalam rangka pengembangan proyek serta kebutuhan operasional lainnya.

“Fasilitas pinjaman tersebut memiliki nilai pokok hingga US$100,8 juta, dikenakan bunga sebesar Term SOFR ditambah persentase tertentu per tahun, dengan jatuh tempo pada 31 Desember 2033,” tulis manajemen AADI dalam keterangan tersebut.

Manajemen juga menegaskan bahwa transaksi ini tidak termasuk dalam kategori benturan kepentingan maupun transaksi material.

Hal ini karena nilai pinjaman masih di bawah 20% dari total ekuitas perseroan, sehingga tidak memenuhi ambang batas transaksi material sesuai POJK Nomor 17/POJK.04/2020. Per 31 Desember 2025, total ekuitas AADI tercatat sebesar US$3,65 miliar.

Dari segi kinerja saham, pada perdagangan sesi satu hari ini, Jumat (3/7), harga saham AADI naik 1,90% ke level Rp8.050 per lembar.

Dalam sebulan terakhir saja, saham AADI naik tipis 0,63% dan sejak awal 2026 melonjak hingga 14,18%. (DK)