Saham tambang emas Bakrie-Salim tembus ARA, IHSG naik 0,46%

Jumat, 12 Desember 2025

image

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,46% atau 40,02 poin ke level 8.660,50 pada perdagangan Jumat (12/12), setelah sempat menyentuh level terendah di 8.585,42 dan tertinggi di 8.680,04.

Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, total transaksi di bursa mencapai Rp29,98 triliun, yang melibatkan perdagangan 52,22 miliar lembar saham di seluruh pasar.

Pada perdagangan Kamis kemarin, IHSG sempat turun hampir 1%. Namun dengan penguatan hari ini, IHSG berhasil mencatat kenaikan 0,32% sejak awal pekan.

Lima saham yang mencatat kenaikan harga tertinggi yaitu:

  1. PT Citatah Tbk (CTTH) – naik 34,57%
  2.  PT Mitra Investindo Tbk (MITI) – naik 25%
  3.  PT Abadi Lestari Indonesia Tbk (RLCO) – naik 25%
  4.  PT Bumi Resources Minerals Tbk (BRMS) – naik 24,87%
  5.  PT Bali Towerindo Sentra Tbk (BALI) – naik 24,73%.

Namun di antara lima saham tersebut, hanya BRMS yang mencatatkan nilai transaksi tertinggi yaitu sebesar Rp2,9 triliun. Nilai transaksi pada empat saham lainnya hanya di bawah Rp100 miliar.

Kenaikan harga saham yang mencapai batas Auto Rejection Atas (ARA) ini, membuat BRMS kembali mencatat kinerja tertinggi dalam sepekan, setidaknya sejak pekan terakhir September 2025.

Saat itu, harga saham BRMS naik 32,87% dalam perdagangan sepekan.

Data IDNFinancials.com menunjukkan saat ini pemegang saham terbesar BRMS adalah Emirates Tarian Global Ventures SPC, entitas yang terdaftar di Cayman Island dan cukup santer disebut sebagai kendaraan investasi Grup Salim di sektor tambang mineral.

Selain itu, Glastrust (Singapore) Ltd memiliki 7,6% saham BRMS, Sugiman Halim memiliki 7,45% saham, dan PT CGS International Sekuritas Indonesia 5,6%.

Sedangkan PT Bumi Resources Tbk (BUMI) yang juga dimiliki oleh Grup Salim dan Bakrie, menggenggam 3,08% saham BRMS. Herwin Wahyu Hidayat memiliki 0,0001% saham dan sisanya merupakan saham investor publik. (KR)