Thinking Machines milik Mira Murati bidik valuasi US$50 miliar
Minggu, 16 November 2025

JAKARTA — Thinking Machines Lab, startup kecerdasan buatan yang didirikan oleh mantan eksekutif OpenAI, Mira Murati, dikabarkan sedang dalam pembahasan pendanaan putaran baru dengan valuasi sekitar US$50 miliar.
Kesepakatan yang belum pernah diungkapkan sebelumnya itu dapat mendorong valuasi perusahaan lebih dari empat kali lipat sejak Juli.
Diskusi pendanaan masih berlangsung dan angka valuasi dapat berubah, dengan beberapa sumber menyebut potensi kenaikan hingga US$55 miliar–US$60 miliar.
Startup yang diluncurkan pada Februari ini mengembangkan model serta perangkat AI untuk memperkuat kolaborasi manusia dan kecerdasan buatan di berbagai industri.
Seperti dikutip timesofindia.indiatimes.com, Sabtu (15/11), Thinking Machines telah menarik banyak talenta eks-OpenAI, termasuk salah satu pendiri John Schulman dan mantan VP Riset Barret Zoph. Namun perusahaan juga menghadapi persaingan ketat dalam perebutan talenta AI global, setelah salah satu pendirinya, Andrew Tulloch, pindah ke Meta bulan lalu.
Pada Juli lalu, Thinking Machines mencatat salah satu pendanaan awal terbesar di industri AI dengan mengumpulkan US$2 miliar pada valuasi US$12 miliar.
Produk pertamanya, Tinker, kini digunakan oleh peneliti dari universitas seperti Princeton dan Stanford, serta mulai menggaet pelanggan perusahaan.
Murati menjadi salah satu figur eks-OpenAI yang menarik perhatian investor, menyusul Ilya Sutskever dengan Safe Superintelligence yang bernilai US$32 miliar dan Liam Fedus yang memimpin Periodic Labs bernilai sekitar US$1,3 miliar.
Murati sebelumnya menjabat sebagai CEO interim OpenAI pada 2024 sebelum mundur di tengah dinamika internal perusahaan.(GA)