Saham GMFI terkerek 9,76% seiring kepastian rights issue
Sabtu, 13 Desember 2025

JAKARTA – Saham PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia Tbk (GMFI) terkerek 9,76% pada penutupan perdagangan sesi II pukul 16.00 WIB, Jumat (12/12). Sinyal positif atas saham emiten ini muncul seiring pengumuman kepastian rights issue yang akan berlangsung 29 Desember 2025 hingga 9 Januari 2026.
Pada pantuan perdagangan saham di pasar modal, saham GMFI naik Rp12 menjadi Rp135 per saham, sekaligus tercatat sebagai harga tertinggi sepanjang sesi perdagangan. Saham emiten ini dibuka di level Rp121, yang menjadi harga terendah sepanjang hari.
Sejak sepekan harga saham emiten ini terkoreksi 2,88% atau Rp4 per saham. Namun harga saham emiten ini melesat 70,89% atau Rp56 per lembar sejak sebulan dan sejak enam bulan terakhir mencuat 104,55% atau 69 per lembar.
Seperti diketahui kemarin (12/12), manajemen GMFI mengumumkan rencana rights issue sebanyak 90,05 miliar saham dengan harga Rp69 per lembar pada 29 Desember 2025-9 Januari 2026. Dalam aksi korporasi itu, emiten ini mengincar dana Rp6,21 triliun.
Mengutip prospekstus singkat, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA), pemegang 91,171% saham GMFI seri B, akan mengalihkan haknya sebanyak 82,10 miliar lembar dengan harga Rp69 per saham kepada PT Angkasa Pura Indonesia (API)/InJourney Airports.
API akan menyetorkan modal ke GMFI selain uang (inbreng) atau aset lahan senilai Rp5,66 triliun. Aset yang diserahkan berupa lahan seluas 972.123 m2 di Area Garuda Maintenance Facility (GMF) di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten.
Sementara itu, sisanya senilai Rp550 miliiar yang diperoleh dari pemegang saham lainnya dalam rights issue itu akan digunaka untuk modal kerja perusahaan. (LK)