Ikuti skema Danantara, PPRO alihkan Prime Park Hotel ke InJourney

Jumat, 03 Juli 2026

image

JAKARTA - PT PP Properti Tbk (PPRO), anak usaha PT PP (Persero) Tbk (PTPP) di bidang konstruksi properti, membeberkan rencana pengalihan aset hotel kepada PT Hotel Indonesia Natour (HIN) dan PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney (InJourney).

Aset hotel yang akan dialihkan adalah hotel bintang empat Prime Park Hotel Bandung di Neglasari, Bandung, Jawa Barat dengan nilai Rp133,01 miliar. Hotel tersebut telah dikelola PP Hospitality sejak 2016, dengan total 127 kamar, 1 ballroom, dan 8 meeting room.

Pengalihan aset akan dilakukan dengan mekanisme inbreng aset hotel dengan penerbitan Saham Baru Seri C oleh HIN kepada Perseroan. Di waktu yang bersamaan, InJourney akan membeli Saham Baru Seri C milik Perseroan secara tunai.

“Rencana Transaksi ini dilakukan sebagai bagian dari program konsolidasi hotel BUMN sesuai arahan Badan Pengaturan (BP) BUMN dan PT Danantara Asset Management (DAM),” jelas manajemen PPRO dalam keterangan resminya, Kamis (2/7).

Seperti yang diberitakan IDNFinancials sebelumnya, BPI Danantara akan mengonsolidasikan sekitar 120 hotel di bawah InJourney sebagai upaya restrukturisasi dan penguatan daya saing sektor hospitality.

Setelah konsolidasi ini rampung, Danantara disebut berencana membuka peluang kerja sama dengan investor melalui berbagai skema kemitraan strategis.

Bagi PPRO, pengalihan aset hotel ini memberikan realisasi nilai investasi, dan mengoptimalkan portofolio Perseroan. Arus kas tambahan juga diharapkan dapat mendukung Perseroan untuk berfokus pada pengelolaan bisnis inti di bidang pengembangan properti.

Hingga akhir Juni 2026, PTPP masih menguasai 64,96% saham PPRO, diikuti Asuransi Jiwa IFG dengan 7,88% dan PT Asabri (Persero) 5,43%, sementara masyarakat menggenggam 21,73%.

Berdasarkan laporan keuangan kuartalan, total aset PPRO per Maert 2026 tercatat mencapai Rp10,58 triliun, dengan ekuitas sebesar Rp6,06 triliun. (ZH)