Pemerintah buka akses rumah subsidi, termasuk driver ojol
Jumat, 03 Juli 2026
JAKARTA - Pemerintah memperluas akses kepemilikan rumah pertama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), termasuk pekerja sektor informal seperti mitra ojek daring, melalui skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Sejahtera Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).
Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera, Sid Herdi Kusuma, di Jakarta, Jumat (3/7), menyampaikan bahwa langkah ini bertujuan membuka peluang lebih luas bagi pekerja informal agar bisa memiliki rumah pertama.
"Ini merupakan langkah nyata untuk membuka kesempatan yang lebih luas bagi pekerja informal agar dapat memiliki rumah pertama," kata Deputi Komisioner Bidang Pemanfaatan BP Tapera Sid Herdi Kusuma di Jakarta, Jumat (3/7).
Seperti dikutip ANTARA, Ia menjelaskan bahwa BP Tapera bekerja sama dengan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) dalam program perumahan bagi mitra pengemudi.
Melalui kerja sama tersebut, BP Tapera akan memperluas akses mitra driver terhadap program KPR Sejahtera FLPP dengan memperkuat sosialisasi serta edukasi mengenai pembiayaan rumah bersubsidi.
Berbagai langkah akan dilakukan, seperti penyampaian informasi melalui aplikasi mitra, kegiatan sosialisasi bersama, pertukaran data, publikasi, hingga kampanye edukasi, agar semakin banyak mitra pengemudi dapat memiliki rumah pertama yang layak, berkualitas, dan terjangkau.
Di sisi lain, Sid Herdi menegaskan bahwa setiap calon penerima tetap harus melalui proses verifikasi dan penilaian kelayakan agar penyaluran bantuan tepat sasaran.
"BP Tapera akan melakukan verifikasi dan pengecekan data terhadap pengemudi yang mendaftar. Hasil verifikasi tersebut selanjutnya akan menjadi dasar dalam menentukan kelayakan calon penerima manfaat untuk mengikuti proses pembiayaan perumahan," katanya.
Persyaratan yang diverifikasi mencakup beberapa kriteria, seperti usia 21–45 tahun, tingkat kinerja dalam menyelesaikan perjalanan, serta waktu aktif atau jam online dalam satu bulan.
Selain itu, penerima manfaat harus memenuhi kategori Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan belum pernah memiliki rumah sebelumnya.
Sid menambahkan bahwa keberhasilan program ini tidak hanya bergantung pada kemudahan akses pembiayaan, tetapi juga pada peningkatan literasi keuangan para penerima.
"Edukasi harus dilakukan secara berkelanjutan, baik kepada pengemudi maupun anggota keluarganya. Mereka perlu memahami pentingnya mengelola keuangan secara bijak, mengurangi pengeluaran yang tidak produktif, serta menjaga kualitas kredit agar tetap memenuhi persyaratan pembiayaan perumahan,” katanya. (DK)