Huawei pakai chip Kirin 9030, tanda China mampu naikkan skala?
Minggu, 14 Desember 2025

JAKARTA – Ponsel flagship terbaru Huawei Technologies dari seri Mate 80 telah menggunakan chip buatan China yang ditingkatkan, menandai kemajuan industri semikonduktor domestik di tengah tekanan pembatasan teknologi oleh Amerika dan sekutunya, seperti dilaporkan Reuters (14/12).Chip Kirin 9030 yang menjadi dapur pacu Mate 80 diproduksi oleh perusahaan pengecoran chip terbesar di China, Semiconductor Manufacturing International Corp (SMIC).Chip tersebut dibuat dengan teknologi 7 nanometer yang telah disempurnakan, meskipun masih tertinggal dibandingkan teknologi manufaktur chip milik Taiwan Semiconductor Manufacturing Company (TSMC) dan Samsung, menurut perusahaan riset asal Kanada, TechInsights, yang dikutip dari Reuters (14/12).Menurut laporan Reuters, Kirin 9030 diproduksi menggunakan proses N+3 milik SMIC, yang merupakan pengembangan dari node 7 nanometer sebelumnya atau N+2.
Proses ini disebut sebagai “perluasan skala” yang memungkinkan China meningkatkan performa chip dibanding generasi sebelumnya meski Amerika sudah menutup akses tekonolgi ini dari vendor-vendor Barat.Namun, TechInsights menilai kemampuan manufaktur tersebut masih belum sebanding dengan teknologi 5 nanometer yang telah digunakan secara luas oleh TSMC dan Samsung. Bahkan secara absolut, proses N+3 dinilai memiliki tingkat penskalaan yang jauh lebih rendah dibandingkan standar industri global saat ini.Sementara itu, Huawei dan SMIC belum memberikan tanggapan resmi terkait hal tersebut. Situasi ini terjadi di tengah sorotan terhadap peran TechInsights yang secara konsisten melaporkan perkembangan teknologi chip Huawei dan SMIC. Reuters melaporkan bahwa pada Oktober lalu pemerintah China memasukkan TechInsights ke dalam daftar entitas tidak andal. Langkah tersebut diambil setelah lembaga riset itu secara rutin mempublikasikan analisis mengenai kemajuan chip buatan Huawei dan SMIC di tengah pembatasan teknologi dari negara-negara Barat. (SA)