Pakistan gandeng Binance tokenisasi aset negara US$2 miliar

Senin, 15 Desember 2025

image

JAKARTA - Pakistan semakin serius menggarap sektor aset digital dengan menjalin kerja sama bersama Binance untuk tokenisasi aset negara senilai hingga US$2 miliar, sambil bersiap meluncurkan stablecoin nasional.

Menurut laporan Theblock.co (14/12), langkah ini menandai upaya negara tersebut memperkuat fondasi ekonomi digital dan inovasi finansial berbasis blockchain.MoU antara Pakistan dan Binance akan memungkinkan bursa kripto global itu memberi masukan terkait distribusi obligasi pemerintah, surat utang, hingga cadangan komoditas seperti minyak, gas, dan logam.Menteri Keuangan Pakistan, Muhammad Aurangzeb, menilai kesepakatan ini sebagai tanda reformasi dan awal dari kemitraan jangka panjang.

“Langkah berikutnya bagi kami adalah pelaksanaan, dan kami berkomitmen penuh untuk menghasilkan hasil dengan cepat dan berkualitas,” dikutip dari Theblock.co (14/12).Changpeng “CZ” Zhao, pendiri Binance sekaligus penasihat strategis di Pakistan Crypto Council, menyebut MoU ini sebagai sinyal positif bagi industri blockchain global dan untuk Pakistan,” sekaligus menegaskan bahwa inisiatif tokenisasi baru ini baru memasuki tahap awal implementasi penuh.

Menurut laporan Theblock.co (14/12), MoU ini bersifat non-binding dan membutuhkan kesepakatan definitif dalam enam bulan, tergantung persetujuan regulasi.Tak hanya itu, regulator Pakistan juga memberikan izin awal kepada Binance dan HTX untuk memulai proses perizinan lokal. Sertifikat Tidak Keberatan (No Objection Certificates) memungkinkan bursa mendaftar ke sistem Anti-Pencucian Uang negara dan menyiapkan aplikasi lisensi penuh, meski operasional belum diizinkan.Izin ini diberikan tak lama setelah regulator, Pakistan Virtual Assets Regulatory Authority (PVARA) pada September lalu mengajak perusahaan kripto global untuk mengajukan lisensi lokal. Pakistan kini menjadi pasar kripto ritel terbesar ketiga di dunia dengan sekitar 40 juta pengguna dan volume perdagangan tahunan lebih dari US$300 miliar, dikutip dari Theblock.co (14/12).Binance menyebut pendekatan bertahap ini akan memungkinkan layanan lintas batas yang terdaftar AML segera tersedia bagi pengguna Pakistan, sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang untuk mendukung ekonomi digital negara tersebut.Selain tokenisasi, Pakistan juga menargetkan peluncuran stablecoin nasional. Ketua PVARA, Bilal bin Saqib, memastikan bahwa stablecoin kedaulatan ini akan hadir, sekaligus menjadi sarana menjamin utang pemerintah. Pakistan juga tengah mengembangkan pilot mata uang digital bank sentral untuk memperkuat sistem pembayaran digital.Dalam setahun terakhir, Pakistan bergerak cepat membangun ekosistem regulasi kripto. Mulai dari mendirikan Pakistan Crypto Council pada Maret hingga PVARA pada Juli. Pada April, World Liberty Financial yang didukung Trump, menandatangani surat niat dengan Dewan untuk mengeksplorasi infrastruktur stablecoin dan tokenisasi aset nyata. Sementara bulan berikutnya pemerintah mengumumkan cadangan strategis Bitcoin dan mengalokasikan 2.000 megawatt listrik untuk penambangan Bitcoin serta pusat data AI. (SA)