Jelang NFP AS dan RDG BI, IHSG hadapi volatilitas
Senin, 15 Desember 2025

JAKARTA – IHSG diperkirakan bergerak volatil di area konsolidasi pada pekan ini, di tengah tekanan pasar global dan menjelang rilis sejumlah data ekonomi dari bank sentral.
Tekanan eksternal bagi pasar saham datang dari Wall Street, yang ditutup melemah pada akhir pekan lalu akibat koreksi saham-saham yang terkait kecerdasan buatan, menurut riset mingguan Phintraco Sekuritas. Pelemahan tersebut disinyalir sebagai rotasi sektor, seiring aksi profit taking dari sektor teknologi ke saham cyclical.
Analis Phintraco menyebut bahwa kondisi teknikal IHSG masih membuka ruang pergerakan terbatas. Hal ini diperkuat dengan indikator MACD yang menunjukkan pelebaran histogram negatif, serta indikator Stochastic RSI yang melandai.
“IHSG berpotensi mengalami konsolidasi pada kisaran level 8.550–8.700 di pekan ini,” tulis analis Phintraco.
Di samping itu, analis Phintraco menyebut fokus pasar global akan tertuju pada rilis data tenaga kerja Amerika Serikat (AS), termasuk Nonfarm Payrolls (NFP) Oktober dan November yang sempat tertunda, serta data inflasi, penjualan ritel, dan indeks PMI.
Dari dalam negeri, investor akan mencermati hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia (BI), yang akan mengumumkan hasil rapat bulanan dan data pertumbuhan kredit perbankan pada pekan ini.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai arus dana asing masih berpotensi menjadi penopang IHSG.
“Net inflow asing yang cukup besar diperkirakan dapat menjadi katalis positif untuk perdagangan hari ini,” tulis analis CGS.
Secara teknikal, analis CGS memperkirakan IHSG akan bergerak variatif, dengan kecenderungan menguat terbatas pada kisaran support 8.570/8.487 dan resistance di 8.753/8.834. (KR)