Putra bos Oracle beberkan ke SEC pesan teks yang tak digubris CEO WBD
Senin, 15 Desember 2025

JAKARTA – CEO Paramount Skydance, David Ellison, membagikan isi pesan teks yang dikirimkan kepada CEO Warner Bros. Discovery (WBD), David Zaslav, namun tidak pernah mendapat tanggapan, di tengah upaya Paramount Skydance untuk mengakuisisi raksasa hiburan tersebut.
David Ellison merupakan pendiri dan CEO Skydance Media, sekaligus putra dari Larry Ellison, pendiri raksasa teknologi Oracle. Dukungan finansial dan jaringan bisnis keluarga Ellison menjadi salah satu faktor utama di balik agresivitas Paramount Skydance dalam upaya pengambilalihan ini.
Langkah tersebut, seperti dikutip Times of India (14/12), mencuat setelah Paramount meluncurkan penawaran pengambilalihan tidak dikehendaki (hostile bid) terhadap WBD, menyusul kegagalan upaya akuisisi sebelumnya. Pada saat yang sama, Netflix justru mengumumkan rencana kerja sama eksklusif dengan WBD, dengan valuasi yang diperkirakan mencapai US$83 miliar.
Masih menurut laporan Times of India (14/12), dalam dokumen pengajuan kepada otoritas pasar modal Amerika Serikat (SEC), Paramount membeberkan berbagai upaya pribadi yang dilakukan Ellison untuk mengamankan kesepakatan dengan Zaslav sebelum WBD memilih bermitra secara eksklusif dengan Netflix.
Dokumen tersebut memuat sejumlah pesan teks pribadi Ellison kepada Zaslav, yang meminta agar penawaran Paramount dipertimbangkan. Dalam salah satu pesannya, Ellison menyebut bahwa menjadi mitra Zaslav serta pemilik aset-aset ikonik Warner Bros akan menjadi sebuah “kehormatan seumur hidup.”
Pendekatan Ellison tidak berhenti pada komunikasi tertulis. Ia juga menjamu Zaslav makan malam bersama ayahnya, Larry Ellison, serta menggelar pertemuan di kediaman Zaslav di Beverly Hills.
Bahkan, Larry Ellison sempat mengadakan pertemuan konferensi video dengan Zaslav dan Chairman Emeritus WBD John Malone untuk membahas ketertarikan Paramount melakukan penggabungan dengan Warner Bros.
Dalam proposalnya, Ellison menawarkan struktur kepemimpinan bersama, termasuk menempatkan Zaslav sebagai co-CEO dan co-chairman di entitas gabungan.
Namun, meskipun Paramount Skydance telah menyusun proposal yang ditingkatkan—termasuk bekerja intensif selama periode libur Thanksgiving—penawaran tunai penuh sebesar US$30 per saham, dengan total nilai ekuitas sekitar US$77,9 miliar, tetap ditolak oleh dewan WBD.
Setelah penolakan tersebut, Paramount memutuskan menempuh jalur pengambilalihan bermusuhan, yakni upaya akuisisi yang dilakukan dengan melewati manajemen perusahaan target dan langsung mengajukan penawaran kepada para pemegang saham. Keputusan ini diambil setelah Ellison menilai dewan direksi WBD tidak menangani proposalnya secara adil.
Dalam dokumen SEC juga diungkapkan bahwa setelah menyampaikan proposal US$30 per saham, Ellison kembali menghubungi Zaslav untuk membahas penawaran baru yang telah disesuaikan dengan berbagai kekhawatiran sebelumnya. Namun, sepanjang hari tidak ada balasan dari Zaslav maupun perwakilan WBD.
Ellison kemudian mengirim pesan lanjutan yang menegaskan bahwa proposal Paramount menawarkan kepastian penuh, nilai tunai yang kuat, serta kecepatan penyelesaian transaksi. Tak lama setelah itu, laporan mengenai kesepakatan eksklusivitas antara Warner Bros dan Netflix mulai beredar luas.
Meski demikian, Ellison tidak menghentikan langkahnya. Ia menyampaikan kepada para investor bahwa Paramount akan membawa penawarannya langsung kepada para pemegang saham WBD.
Dalam panggilan dengan investor, Ellison menegaskan bahwa proposal Paramount dinilai lebih unggul dibandingkan Netflix, baik dari sisi nilai, kepastian regulasi, maupun arah masa depan industri hiburan, yang disebutnya lebih pro-Hollywood, pro-konsumen, dan pro-persaingan. (SA)