KLBF akan buyback saham, pakai dana Rp250 miliar
Senin, 15 Desember 2025

JAKARTA - PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) menyiapkan aksi pembelian kembali saham (buyback) dengan nilai maksimal Rp250 miliar, sebagai respons atas volatilitas pasar saham.
Direktur KLBF, Kartika Setiabudy, menyatakan bahwa perseroan berharap buyback dapat memperkuat keyakinan investor terhadap nilai intrinsik saham perusahaan.
“Buyback diharapkan memberikan keyakinan kepada investor atas nilai saham perseroan secara fundamental,” tulis Kartika dalam keterbukaan informasi BEI Jumat, (12/12).
Periode buyback akan berlangsung berlangsung selama maksimal tiga bulan, mulai 16 Desember 2025 hingga 15 Maret 2026, sesuai ketentuan POJK No. 13/2023 dan POJK No. 29/2023. Seluruh dana untuk aksi korporasi ini akan mengandalkan kas internal perseroan.
Kartika menambahkan, buyback akan berdampak pada penurunan pendapatan bunga sekitar Rp2,97 miliar setelah periode pembelian kembali berakhir. Namun dampak tersebut dinilai tidak material, terhadap kinerja keuangan Kalbe secara keseluruhan.
Dari sisi kinerja per saham, pelaksanaan buyback diproyeksikan dapat meningkatkan laba per saham (EPS) secara menjadi Rp70,42 per lembar.
Angka ini lebih tinggi dibandingkan EPS tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2024 sebesar Rp70,16 per saham.
Selain menjaga stabilitas saham, Kartika mengaku aksi buyback saham ini “juga memberikan fleksibilitas dalam pengelolaan struktur permodalan jangka panjang.” (DH/KR)