Australia percepat transisi energi lewat subsidi baterai rumah tangga

Selasa, 07 Juli 2026

image

SYDNEY — Program subsidi baterai rumah tangga yang diluncurkan pemerintah Australia memicu lonjakan pemasangan sistem penyimpanan energi dan panel surya di atap rumah. 

Kebijakan tersebut tidak hanya memangkas tagihan listrik warga, tetapi juga mempercepat transisi menuju energi bersih di tengah keterbatasan pembangunan jaringan transmisi listrik.

Seperti dikutip Reuters, salah satu penerima manfaat adalah Paul Tyler, pekerja sektor transportasi berusia 64 tahun yang tinggal sekitar 160 kilometer di utara Sydney. 

Selama bertahun-tahun ia tidak mampu memasang panel surya karena tingginya biaya investasi. Namun setelah memperoleh subsidi pemerintah, biaya awal pemasangan turun sekitar 30%, sehingga ia dapat memasang 18 panel surya dan baterai berkapasitas 28 kilowatt-jam dengan biaya sekitar A$9.000.

Tyler mengaku subsidi tersebut membuat tagihan listrik bulanannya turun drastis, dari sekitar A$275 menjadi hanya sekitar A$50. Menurutnya, tanpa bantuan pemerintah, investasi tersebut tidak mungkin dapat dilakukan.

Fenomena serupa terjadi di seluruh Australia. Ratusan ribu rumah tangga kini memasang baterai penyimpanan energi sekaligus meningkatkan kapasitas panel surya agar dapat menyimpan lebih banyak listrik untuk digunakan pada malam hari atau dijual kembali ke jaringan listrik.

Data konsultan SunWiz menunjukkan pemasangan baterai rumah tangga sepanjang Januari hingga Mei 2026 mencapai 7,7 gigawatt-jam, melampaui total pemasangan selama enam tahun sebelumnya. 

Berdasarkan perhitungan Reuters, masyarakat Australia membelanjakan sekitar A$8,69 miliar untuk baterai rumah tangga hanya dalam lima bulan pertama tahun ini.

Lonjakan tersebut terjadi setelah pemerintah meningkatkan nilai program Cheaper Home Batteries Program menjadi A$7,2 miliar untuk empat tahun, lebih dari tiga kali lipat dibanding rencana awal yang diumumkan pada 2025. Program ini turut menguntungkan sejumlah produsen baterai seperti Tesla, BYD, Sungrow, dan Fox ESS.

Australia juga menjadi negara dengan penetrasi panel surya atap tertinggi di dunia. 

Berkat regulasi yang relatif sederhana, sekitar satu dari tiga rumah telah memasang panel surya. 

SunWiz memperkirakan kapasitas tambahan panel surya atap pada 2026 akan mencapai rekor sekitar 4 gigawatt atau meningkat 41% dibanding tahun sebelumnya.

Meningkatnya penggunaan baterai rumah tangga juga mulai mengubah sistem kelistrikan nasional. 

Listrik yang disimpan pada siang hari kini banyak digunakan untuk memenuhi kebutuhan malam hari, sehingga mengurangi tekanan terhadap pembangunan jaringan transmisi baru sekaligus membantu menekan harga listrik grosir.

Meski demikian, manfaat program ini belum dirasakan seluruh masyarakat. 

Energy Consumers Australia memperkirakan hampir separuh rumah tangga Australia belum dapat mengakses panel surya maupun baterai karena tinggal di rumah sewa, apartemen, atau memiliki pendapatan di bawah A$50.000 per tahun.

Para analis menilai penyimpanan energi di rumah bukan sekadar inovasi teknologi, melainkan perubahan mendasar dalam cara masyarakat mengelola konsumsi listrik. 

Rumah tangga kini memiliki fleksibilitas lebih besar untuk menentukan kapan menggunakan listrik sendiri dan kapan menyalurkan kelebihan energi ke jaringan, sehingga biaya listrik menjadi lebih terkendali. (DK)