Saham Strategy tetap masuk Indkes Nasdaq 100 meksi disorot MSCI
Senin, 15 Desember 2025
JAKARTA – Perusahaan penimbun bitcoin Strategy (MSTR.O) tetap mempertahankan posisinya di indeks Nasdaq 100 (.NDX) pada Jumat (12/12), melanjutkan keberadaannya selama sekitar satu tahun penuh di indeks acuan tersebut, di tengah meningkatnya pertanyaan analis terhadap model bisnis yang dijalankan perusahaan, menurut laporan Reuters (14/12).Sejumlah pengamat pasar menilai, model bisnis perintis Strategy yang berfokus pada strategi membeli dan menahan bitcoin, yang kemudian diikuti oleh puluhan perusahaan lain, lebih menyerupai karakteristik sebuah dana investasi dibandingkan perusahaan teknologi konvensional.Kekhawatiran juga semakin menguat terhadap keberlanjutan perusahaan-perusahaan kripto yang menempatkan aset digital sebagai bagian utama neraca keuangan mereka, mengingat pergerakan saham entitas semacam ini terbukti sangat sensitif terhadap volatilitas harga bitcoin.Dikutip dari Reuters (14/12), Nasdaq mengumumkan sejumlah perubahan komposisi indeks, termasuk dikeluarkannya Biogen (BIIB.O), CDW Corporation (CDW.O), Globalfoundries (GFS.O), Lululemon Athletica (LULU.O), On Semiconductor (ON.O), dan Trade Desk (TTD.O) dari indeks yang didominasi saham teknologi tersebut.Sementara itu, sejumlah emiten baru masuk ke dalam Nasdaq 100, antara lain Alnylam Pharmaceuticals (ALNY.O), Ferrovial (FERF.AS), Insmed (INSM.O), Monolithic Power Systems (MPWR.O), Seagate Technology (STX.O), dan Western Digital (WDC.O).Strategy sendiri awalnya merupakan perusahaan perangkat lunak bernama MicroStrategy, sebelum mengalihkan fokus bisnisnya ke investasi bitcoin pada 2020. Perusahaan ini resmi masuk ke Nasdaq 100 pada Desember tahun lalu dalam subkategori teknologi.Di sisi lain, Reuters menyebutkan, penyedia indeks global MSCI (MSCI.N) juga telah menyampaikan kekhawatiran terkait keberadaan perusahaan pengelola aset digital dalam indeks acuannya dan dijadwalkan akan memutuskan pada Januari mendatang, apakah akan mengecualikan Strategy serta perusahaan sejenis.Adapun perubahan komposisi Nasdaq 100 tersebut diperkirakan mulai berlaku pada 22 Desember. Indeks Nasdaq 100 sendiri melacak kinerja perusahaan non-keuangan terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar yang tercatat di bursa Nasdaq. (SA)