JELI dan JECX tutup debut di ARA, antrean beli mulai menipis
Selasa, 07 Juli 2026
JAKARTA – Usai suksesnya IPO dan pencatatan perdana saham PT Niramas Utama Tbk (JELI) dan PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX) pada Selasa (7/7) hari ini, kedua emiten mengakhiri perdagangan pertama di level auto-reject atas (ARA).
Harga JELI melonjak 25% sejak bel perdagangan dibunyikan, dan masih bertengger di level Rp1.125 per lembar pada akhir sesi II, sedangkan JECX meroket 24,8% ke level Rp1.560 per lembar.
Namun, berdasarkan data dari Stockbit Sekuritas, antrean beli (bid) JELI dan JECX di akhir perdagangan Selasa (7/7) sudah menipis. Antrean beli JELI hanya tercatat 2,7 juta lot, sedangkan bid JECX mencapai 5,4 juta lot.
Angka ini cukup rendah jika dibandingkan dengan PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA), emiten pertama yang tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) di tahun 2026.
Setelah menyentuh ARA di hari pertamanya di pasar modal Indonesia saat itu, 10 April 2026, antrean beli saham WBSA di akhir perdagangan masih mencapai 28,5 juta lot.
Namun, serupa dengan tren WBSA, belum ada investor asing yang masuk ke saham JELI maupun JECX, terindikasi dari beli asing (foreign buy) yang masih nihil. Sebaliknya, JELI justru mencatatkan jual asing (foreign sell) Rp2,03 juta, sedangkan nilai foreign sell JECX menyentuh Rp8,27 juta.
Usai keberhasilan keduanya debut di pasar modal, kini kapitalisasi pasar (market cap) JELI tercatat sebesar Rp1,42 triliun per 7 Juli 2026, sedangkan market cap JECX mencapai Rp5,08 triliun. (ZH)