Pendapatan meleset dari target, saham Oracle terjun 11%
Senin, 15 Desember 2025

JAKARTA - Saham raksasa teknologi Oracle (ORCL) anjlok lebih dari 11% pada perdagangan pra-pasar setelah kinerja keuangan kuartal II gagal memenuhi target. Tekanan saham terjadi meski Oracle berhasil melampaui estimasi laba per saham.
Dikutip tikr.com, Oracle mencatatkan pendapatan sebesar US$16,06 miliar, lebih rendah dari proyeksi analis sebesar US$16,21 miliar.
Sebaliknya, laba per saham tercatat US$2,26 atau lebih tinggi dari perkiraan pasar. Namun investor lebih fokus pada kondisi arus kas perusahaan.
Sepanjang kuartal tersebut, arus kas bebas Oracle minus US$10 miliar, dua kali lipat dari estimasi analis. Kondisi ini dipicu oleh lonjakan belanja modal seiring agresifnya perusahaan membangun pusat data kecerdasan buatan (AI).
Oracle saat ini menggenjot investasi infrastruktur AI untuk memenuhi permintaan besar dari klien utama seperti Meta, Nvidia, dan OpenAI. Perseroan bahkan menaikkan proyeksi belanja modal untuk pusat data pada tahun ini menjadi sekitar US$50 miliar, dari sebelumnya US$35 miliar.
Di sisi operasional, pendapatan cloud infrastructure Oracle melonjak 68% menjadi US$4,1 miliar. Namun pendapatan perangkat lunak justru turun 3% menjadi US$5,88 miliar dan meleset hampir US$200 juta dari ekspektasi.
Sementara itu, remaining performance obligations atau kontrak pendapatan masa depan melonjak tajam menjadi US$523 miliar, didorong oleh kontrak AI berskala besar, termasuk komitmen OpenAI senilai lebih dari US$300 miliar dalam lima tahun.
Manajemen Oracle menegaskan perusahaan tengah menyiapkan berbagai strategi pembiayaan non-tradisional untuk mendukung ekspansi tersebut. Misalnya lewat skema pelanggan membawa chip sendiri dan penyewaan peralatan, guna menjaga peringkat utang tetap pada level investment grade.
Meski saham Oracle masih mencatatkan kenaikan sekitar 34% sepanjang tahun berjalan, harganya telah turun sekitar 32% dari puncak September. (DH/KR)