Sucor sebut ada dua perusahaan teknologi & media di pipeline IPO 2026
Selasa, 07 Juli 2026
JAKARTA – Bernardus Wijaya, CEO Sukor Sekuritas mengungkapkan bahwa perusahaannya masih memiliki dua calon emiten dalam pipeline penawaran umum perdana (IPO) untuk paruh kedua tahun 2026.
“Kita masih consider untuk akhir tahun ini, di semester dua, atau semester satu tahun depan,” imbuhnya saat ditemui awak media di hari pencatatan saham PT Niramas Utama Tbk (JELI), Selasa (7/7).
Menurutnya, untuk membawa sebuah perusahaan go public, ia harus memperhatikan faktor-faktor fundamental sebuah calon emiten sebelum IPO, termasuk valuasi serta posisi strategis dibandingkan peers dalam industrinya.
Misalnya, Bernard mengatribusikan keberhasilan IPO JELI pada valuasinya yang bersaing di industri, serta didukung oleh posisinya sebagai pemegang pangsa pasar terbesar di sektor F&B, terutama produk jeli.
Seperti yang diberitakan IDNFinancials sebelumnya, Sucor Sekuritas menjadi pihak penjamin pelaksana efek atau underwriter untuk dua IPO tengah tahun ini: JELI, dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL), yang siap melantai pada Kamis, 9 Juli 2026 mendatang.
Bernard mengakui bahwa sektor kesehatan banyak meramaikan IPO awal semester II kali ini. Selain PRDL, terdapat produsen alkes PT Esa Medika Mandiri Tbk (EMMI) dan pengelola jaringan Jakarta Eye Centre PT Nitrasanata Dharma Tbk (JECX).
“Ini menunjukkan bahwa memang masyarakat saat ini lebih concern tentang kesehatannya, makanya sektor healthcare ini menarik banyak minat investor,” ujarnya.
Ia mengungkap bahwa antrean beli PRDL kini sudah mencapai 1,2 juta, dengan tingkat oversubscription yang luar biasa – mengikuti jejak IPO JELI yang disebut oversubscribed hingga 273,37 kali sepanjang masa penawaran umumnya.
Namun, untuk rencana IPO di paruh kedua 2026, perusahaan yang berada di pipeline justru berasal dari sektor yang menurut Bernard cukup menantang, yaitu teknologi.
“Di pipeline di second half, kita ada beberapa pipeline di sektor teknologi dan juga sektor media. Tapi nanti saya belum bisa reveal,” ungkapnya.
Menurutnya, di tengah tren kenaikan suku bunga, investor lebih menyukai sektor yang lebih memberikan kepastian, misalnya sektor barang konsumen (consumer goods).
Namun, sebagai catatan, Sucor Sekuritas telah memiliki pengalaman membawa saham teknologi melantai di BEI, saat ia mengawal IPO PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) Desember 2025 lalu, bersama tiga sekuritas besar lainnya.
Saat itu, Superbank berhasil mencatatkan lebih dari satu juta pesanan dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 300 kali. (ZH)