Sembilan negara sepakat bentuk bank pertahanan global US$134 miliar
Rabu, 08 Juli 2026
ANKARA — Sembilan negara menyatakan komitmennya untuk bergabung dalam pembentukan Defence, Security and Resilience Bank (DSRB), sebuah bank multilateral yang dirancang untuk membiayai penguatan pertahanan negara-negara sekutu.
Pengumuman tersebut disampaikan Perdana Menteri Kanada Mark Carney di sela-sela KTT NATO di Ankara, Turki.
Seperti dikutip Reuters, negara-negara yang telah menyatakan dukungan meliputi Albania, Belgia, Yunani, Latvia, Luksemburg, Rumania, Turki, Ukraina, dan Kanada.
DSRB akan berkantor pusat di Kanada dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027 setelah seluruh negara anggota meratifikasi perjanjian tersebut.
Bank tersebut dibentuk untuk memperkuat kapasitas pertahanan negara-negarayang memiliki kepentingan sejalan dengan menyediakan pembiayaan murah hingga 100 miliar pound sterling atau sekitar US$134 miliar.
Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas investasi, meningkatkan kapasitas industri pertahanan, serta mempercepat pengembangan kemampuan militer negara anggota.
Carney mengatakan DSRB akan membuka akses investasi dan memperkuat basis industri pertahanan Kanada maupun negara-negara sekutunya di tengah meningkatnya ancaman keamanan global.
Menurut pemerintah Kanada, invasi penuh Rusia ke Ukraina menunjukkan pentingnya mempercepat produksi peralatan dan kemampuan pertahanan.
Meski demikian, inisiatif tersebut belum mendapat dukungan dari negara-negara ekonomi besar G7 selain Kanada.
Inggris dan Jerman sebelumnya mengambil jarak dari proyek tersebut, meskipun pemerintah Inggris kini menyatakan tengah bekerja sama dengan Kanada untuk mendukung pengembangannya.
DSRB menargetkan memperoleh peringkat kredit AAA agar dapat menyalurkan pinjaman berbunga rendah serta memberikan jaminan kredit kepada bank-bank swasta untuk mendukung ekspansi industri pertahanan.
Proyek ini juga didukung sejumlah bank global, termasuk JPMorgan, Deutsche Bank, Commerzbank, ING, serta sejumlah bank terbesar Kanada. (DK)