Riset The Fed: Bank run picu krisis besar jika fundamental sudah lemah
Rabu, 08 Juli 2026
NEW YORK — Risiko kepanikan penarikan dana (bank run) hanya akan berkembang menjadi krisis yang lebih besar apabila kondisi fundamental suatu bank memang sudah lemah.
Kesimpulan tersebut disampaikan dalam riset terbaru yang dipublikasikan Federal Reserve Bank of New York pada Selasa.
Peneliti The New York Fed menyatakan temuan mereka memberikan "sedikit bukti" yang mendukung anggapan bahwa guncangan kecil dapat memicu kepanikan perbankan secara luas.
Seperti dikutip Reuters, menurut mereka, lemahnya kondisi keuangan bank merupakan faktor utama yang menentukan apakah bank run akan berujung pada kegagalan bank dan memicu tekanan ekonomi yang lebih besar.
Dalam riset tersebut disebutkan bahwa aksi penarikan dana besar-besaran dapat terjadi baik di bank yang sehat maupun yang lemah.
Namun, hanya bank dengan fundamental yang buruk yang berisiko mengalami kebangkrutan akibat bank run.
Penelitian itu didasarkan pada basis data baru yang dikembangkan menggunakan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Para peneliti memanfaatkan large language models (LLM) untuk mengekstraksi informasi mengenai bank run dari jutaan halaman arsip surat kabar bersejarah, sehingga menghasilkan basis data paling komprehensif mengenai kepanikan perbankan dalam sejarah Amerika Serikat.
Menurut New York Fed, pemahaman yang tepat mengenai bank run sangat penting karena peristiwa tersebut terjadi ketika turunnya kepercayaan mendorong nasabah menarik simpanan mereka secara bersamaan.
Meski demikian, kepanikan tersebut pada dasarnya hanya menjadi pemicu, sedangkan kegagalan sistem perbankan dan dampaknya terhadap perekonomian baru terjadi apabila bank yang terdampak memang sudah berada dalam kondisi tidak sehat atau insolven.
Riset tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan fundamental bank tetap menjadi faktor terpenting untuk mencegah kepanikan berubah menjadi krisis keuangan yang lebih luas. (DK)