BACH bidik pendapatan Rp3 triliun pada 2030 usai melantai di BEI

Rabu, 08 Juli 2026

image

JAKARTA - PT Bach Multi Global Tbk (BACH) menargetkan pendapatan menembus Rp3 triliun pada 2030 seiring optimisme terhadap prospek bisnis di sektor sistem tenaga (power system), infrastruktur, dan telekomunikasi setelah resmi melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Dalam paparan publik usai pencatatan saham perdana, Rabu (8/7), manajemen BACH menyampaikan perseroan membidik pertumbuhan pendapatan secara berkelanjutan dengan rata-rata sekitar 12% per tahun.

"Perseroan menargetkan pertumbuhan yang berkelanjutan. Berdasarkan proyeksi, pendapatan diperkirakan meningkat dari sekitar Rp1,73 triliun pada 2025 menjadi lebih dari Rp3 triliun pada 2030," ungkap manajemen BACH di Konferensi Pers usai seremoni pencatatan saham perdananya, Rabu (8/7).

Manajemen menilai target tersebut realistis mengingat prospek pasar yang masih terbuka lebar.

Pertumbuhan ekonomi nasional serta meningkatnya investasi pada sektor sistem tenaga, infrastruktur, dan telekomunikasi diperkirakan akan terus mendorong permintaan terhadap produk dan layanan perseroan dalam beberapa tahun ke depan.

Untuk jangka pendek, BACH juga optimistis mampu memenuhi target kinerja 2026. Keyakinan tersebut ditopang oleh backlog dan kontrak yang telah dikantongi, sehingga memberikan visibilitas pendapatan yang lebih kuat.

Mengacu pada prospektus, BACH membukukan pertumbuhan pendapatan sekitar 39%-40% sepanjang periode 2023-2025.

Meski laju pertumbuhan pada 2025 lebih moderat dibandingkan periode sebelumnya, manajemen menilai kinerja tersebut tetap mencerminkan fundamental usaha yang solid di tengah dinamika industri.

Seiring menyandang status sebagai perusahaan terbuka, manajemen menegaskan komitmennya untuk memperkuat penerapan tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG) serta menjalankan strategi ekspansi secara berkelanjutan guna menciptakan nilai tambah bagi pemegang saham. (DH)