Harga masih di bawah Rp4.000, tiga Direktur AMMN borong saham

Rabu, 08 Juli 2026

image

JAKARTA – Direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) mencatatkan pembelian sekitar total 2 juta lembar saham Perseroan sepanjang 6-7 Juli 2026, mengikuti aksi borong 1,6 juta lembar saham oleh Presiden Direktur Arief Sidarto di akhir Juni 2026.

Terdapat tiga direktur yang memborong saham di awal Juli 2026:

  1. Aditya Sasmito,
  2. Naveen Chandralal, dan
  3. Anthony Robert Mathias.

Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), Aditya Sasmito, memborong 850 ribu lembar saham Perseroan di harga Rp3.530 pada 6 Juli 2026, atau senilai total Rp3 miliar.

Naveen Chandralal, Direktur AMMN dengan asal India, juga ikut membeli 1 juta saham seharga Rp3.565, atau total Rp3,56 miliar di tanggal yang sama.

Kemudian, di hari berikutnya (7/7), Anthony Mathias, anggota direksi terbaru Perseroan asal Inggris, memborong 272,7 ribu saham dalam empat transaksi berbeda, dengan harga di kisaran Rp3.480-3.510 per lembar.

Usai pembelian serentak ini, Aditya Sasmito memiliki 0,102% saham AMMN, sedangkan Naveen Chandralal menggenggam 0,073%, dan Anthony Mathias 0,002%.

Ketiganya menuliskan tujuan pembelian saham ini sebagai “investasi pribadi.”

Secara historis, harga saham emiten tambang mineral ini sempat menyentuh Rp12.100 pada tengah Juni 2024.

Namun, harga saham AMMN kini tengah menurun signifikan hingga 49,26% sejak awal tahun ke level Rp3.460, bahkan merosot 58,8% dalam setahun terakhir. Hingga akhir perdagangan sesi I, Selasa (8/7), pun, harga sahamnya menyusut 2,26%.

Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, harga saham AMMN saat ini masih diperdagangkan dengan valuasi di atas rata-rata emiten sejenis di industri logam dan mineral.

Price-to-earnings (P/E) ratio AMMN (annualised) tercatat 23,23x, masih di atas PER (annualised) industri di level 12,98x. Price-to-book value (PBV) Perseroan juga masih di level 2,69x – meski lebih mendekati PBV industri 2,15x. (ZH)