Saham berfluktuasi tajam, COIN angkat bicara

Senin, 15 Desember 2025

image

JAKARTA – Setelah sempat meroket 32,85% dalam tiga hari perdagangan dua pekan lalu, saham PT Indokripto Koin Semesta Tbk (COIN) justru bergerak melandai 15,18% pada periode Rabu hingga Jumat pekan lalu (10-12/12).

Dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) manajemen COIN mengasosiasikan fluktuasi tajam ini dengan pengumuman masuknya PT Arsari Nusa Investama, sebagai pemegang saham baru COIN pada Rabu (10/12) lalu.

Sebagai catatan, PT Arsari Nusa Investama merupakan bagian dari Arsari Group milik Hashim Djojohadikusumo, saudara kandung Presiden Prabowo Subianto.

Namun, persentase kepemilikan Arsari Group dalam COIN belum diungkapkan ke publik, pun nilai akuisisinya.

Beberapa hari sebelum pengumuman muncul, saham COIN melonjak 32,85% dalam tiga hari perdagangan saham, mulai dari Jumat, 5 Desember, hingga Selasa, 9 Desember 2025.

Namun, pada perdagangan 10 Desember 2025, COIN justru mengalami koreksi yang cukup tajam hingga 11,28%, sebelum terus turun ke level Rp3.910 pada akhir sesi Jumat (12/12) lalu.

“Sampai dengan tanggal surat ini, Perseroan tidak memiliki informasi/kejadian penting lainnya yang material dan dapat mempengaruhi kelangsungan hidup Perseroan,” ujar Ade Wahyu, Direktur Utama COIN, dalam suratnya kepada pihak bursa minggu lalu (12/12).

Ke depannya, COIN akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa pada 30 Desember 2024 untuk membahas perubahan pengggunaan dana hasil penawaran umum, serta perubahan susunan anggota pengurus Perseroan.

Di sisi lain, hingga pukul 11.10 WIB, Senin (15/12), saham COIN terpantau kembali naik 2,56% ke level Rp4.000 per lembar. (ZH)