Produk baru hingga dividen, ini target PRDL usai debut di bursa
Kamis, 09 Juli 2026
JAKARTA – Usai sukses mencatatkan saham perdananya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Kamis (9/7), PT Prodia Diagnostik Line Tbk (PRDL) membeberkan rencana dan target kinerjanya tahun ini.
Dengan penawaran 522,9 juta saham seharga Rp120 per lembar kepada publik, PRDL sukses meraup total Rp62,75 miliar dari aksi korporasi ini.
PRDL akan mengalokasikan 56,84% dana IPO untuk memercepat pelunasan utang bank – yang digunakan untuk untuk mendirikan fasilitas produksi di Cikarang yang telah beroperasi sejak April 2025.
Sementara itu, 28,18% dana IPO digunakan untuk modal belanja (capex), dan sisa dana IPO sebesar 10,18% akan digunakan untuk modal kerja (opex).
“Capex kami lebih banyak digunakan untuk membeli mesin-mesin penunjang … Kalau opex-nya itu lebih ke pembelian raw material untuk menunjang produk baru,” jelas Cristina Sanjaya, Presiden Direktur PRDL, Kamis (9/7).
Cristina juga menyebutkan bahwa PRDL akan siap meluncurkan beberapa produk baru yang belum ada di pasar kesehatan Indonesia, mulai semester kedua di tahun 2026 ini.
Menurut Cristina, 60% pelanggan PRDL kini adalah pemerintah. “Jadi, kami sudah melayani kebutuhan diagnostik untuk pasar pemerintah itu lebih dari 7000 puskesmas, dan rumah sakit, dan lab-lab yang lain,” ujarnya.
Selain produk baru, Cristina menjelaskan bahwa usai IPO, PRDL akan memperluas jaringan distribusinya ke daerah yang belum dirambah Perseroan.
Kini, jaringan distributor produk PRDL sudah mencapai 70 titik di seluruh Indonesia.
“Tapi, kan, di Indonesia ada 518 kabupaten-kota. Kalau di kabupaten-kota, kami masih di antara 300-an. Jadi, masih ada 200-an yang memang belum kami cover,” imbuhnya lebih lanjut.
Perluasan distrbusi diharapkan dapat mendorong akuisisi pelanggan baru, serta meningkatkan angka penjualan. Di sisi lain, ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas layanan dan produk yang unggul sebagai upaya retensi pelanggan eksisting.
Target dan guideline dividen PRDLDengan berbagai strategi ini, Cristina menargetkan kinerja Perseroan untuk tumbuh double-digit, baik di sisi pendapatan maupun laba.
“Tahun lalu kami tumbuh di atas 20%. Harapan kami, kami bisa mencapai angka yang setidaknya sama,” tambahnya, saat ditemui usai seremoni pencatatan perdana saham PRDL di gedung BEI, Kamis (9/7).
Berdasarkan prospektus final IPO Perseroan, pendapatan PRDL naik 26,79% secara tahunan di akhir tahun 2025 menjadi Rp74,37 miliar, dengan laba tahun berjalan melonjak 1,7 kali lipat menjadi Rp16,99 miliar – atau menghasilkan margin hingga 22,84%.
Cristina mempercayai bahwa pertumbuhan yang konsisten ini memang menjadi salah satu daya tarik untuk investor.
“Tentu pasar modal Indonesia ingin berinvestasi kepada perusahaan yang terus bertumbuh, kan? Jadi, itu kami penuhi dulu, dan kami sudah penuhi selama 3 tahun terakhir,” tegasnya.
Selain pertumbuhan kinerja, PRDL juga berharap dapat merealisasikan komitmen pembagian dividen pada tahun buku 2026 mendatang.
Berdasarkan data IDNFinancials, induk PRDL, PT Prodia Widyahusada Tbk (PRDA), telah konsisten membagikan dividen sejak pertama melantai di BEI pada akhir 2016. Dividend payout ratio (DPR) kini sudah berada di level 50-60%, dengan imbal hasil di kisaran 5-6%.
“Jadi kami udah dapat arahan … kalau bisa, DPR-nya mirip-mirip dan persentasinya [imbal hasil] mirip-mirip dengan PRDA. Jadi kami ada rencana ke arah sana,” kata Cristina.
Berdasarkan prospektus IPO final, PRDL menargetkan untuk mulai membagikan 20% laba bersih sebagai dividen pada tahun buku 2026. (ZH)