Bitcoin turun tembus level US$89.000, pasar tunggu sinyal The Fed
Senin, 15 Desember 2025

JAKARTA – Pasar aset kripto global kembali tertekan pada perdagangan Minggu, dengan Bitcoin tergelincir di bawah level psikologis US$89.000 akibat menipisnya selera risiko (risk appetite) di tengah likuiditas akhir pekan yang rendah.
Dominasi bitcoin (bitcoin dominance) terpantau bertahan di kisaran 57 persen. Tekanan jual terlihat masif pada altcoin utama seperti Solana, XRP, Dogecoin, dan Cardano (ADA) yang semuanya mencatatkan kerugian dua digit (double-digit losses) dalam sebulan terakhir.
Seperti dilansir dari coindesk.com (14/12), di tengah gelombang merah tersebut, ethereum (ETH) justru menunjukkan ketahanan relatif. Aset kripto terbesar kedua ini diperdagangkan di kisaran US$3.104, mencatatkan kenaikan lebih dari 2 persen dalam sepekan terakhir, secara efektif mengungguli kinerja mingguan bitcoin.
Secara umum, kapitalisasi pasar kripto menyusut 0,8 persen menjadi US$3,15 triliun. Analis teknikal Ali Martinez memperingatkan via X bahwa Bitcoin kini berada di posisi rawan, level US$ 86.000 menjadi benteng pertahanan terakhir yang jika ditembus dapat memicu aksi jual lanjutan.
Ketegangan pasar utamanya dipicu oleh penantian data makro. Di AS, investor menunggu data inflasi dan pidato Gubernur The Fed Stephen Miran serta Christopher J. Waller.
Sementara di Asia, pasar memonitor Gubernur Bank of Japan (BOJ) Kazuo Ueda, di mana prediksi kenaikan suku bunga ke 0,75 persen pada Kamis nanti dikhawatirkan memukul likuiditas global dengan membongkar posisi yen-funded carry trades. (SF)