BEI akui IPO sepi, perusahaan pilih cari dana lewat surat utang

Jumat, 10 Juli 2026

image

JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) mengakui aktivitas Initial Public Offering (IPO) saham hingga semester pertama tahun ini, lebih sepi dibanding beberapa tahun sebelumnya.

Meski demikian, BEI mencatat banyak perusahaan memanfaatkan pasar modal sebagai sumber pendanaan, melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS).

Direktur Penilaian Perusahaan BEI, Saidu Solihin, mengatakan sudah ada 71 emisi EBUS hingga 9 Juli 2026 dari 43 perusahaan, dengan total penghimpunan dana Rp76,1 triliun.

Sementara itu hanya ada lima perusahaan yang telah menggelar IPO hingga 9 Juli 2025, belum termasuk PT Rans Entertainment Tbk (RANS) dan PT Prodia Diagnostic Line Tbk (PRDL).

Adapun total penghimpunan dana kelima perusahaan tersebut, kata Saidu, mencapai Rp1,67 triliun.

“Memang lebih sedikit pada tahun ini. Namun kami tidak menilai keberhasilan kami, hanya berdasarkan jumlah transaksi atau nilai nominal dari kegiatan penghimpunan dana,” kata Saidu, dalam keterangan yang disampaikan pada Kamis (10/7).

Ia menambahkan saat ini BEI lebih fokus pada kualitas perusahaan yang masuk ke pasar modal baik dari sisi fundamental, tata kelola, hingga kesiapan menjadi perusahaan terbuka.

Meskipun realisasi IPO masih terbatas, Saidu menambahkan sudah ada enam perusahaan dalam yang telah masuk pipeline, dengan target penghimpunan dana sekitar Rp2,47 triliun.

“Komposisi skala aset didominasi kategori besar ... sementara dari sisi sektor, Healthcare menjadi salah satu yang paling menonjol, disusul Consumer Cyclicals, Consumer Non-Cyclicals, dan Basic Materials,” imbuh Saidu.

Sejalan dengan peningkatan kualitas perusahaan tercatat, Saidu mengaku BEI terus memperkuat ekosistem pasar modal melalui reformasi regulasi. (KR)