Alamtri ekspor aluminium ke AS dan Korea Selatan, target 350.000 ton

Jumat, 10 Juli 2026

image

JAKARTA - Smelter aluminium milik PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR), bagian dari Grup PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) milik pebisnis Boy Thohir, mulai mengekspor aluminium primer ke pasar internasional.

Seperti dikutip Reuters, Perusahaan melakukan pengiriman perdana ke Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan, pada Juni 2026.

Berdasarkan data platform perdagangan Export Genius, PT Kalimantan Aluminium Industry (KAI), yang berlokasi di Kalimantan mengirimkan 31.494 metrik ton aluminium primer ke Amerika Serikat dan 3.569 metrik ton ke Korea Selatan sepanjang Juni.

Smelter tersebut mulai memasuki tahap komisioning fase pertama pada akhir tahun lalu, dengan target kapasitas produksi 500.000 ton aluminium ingot per tahun, dan ditingkatkan secara bertahap hingga 1,5 juta ton. 

Ekspor perdana ini dilakukan di tengah upaya Amerika Serikat mencari sumber pasokan aluminium alternatif setelah pengiriman dari negara-negara Teluk terganggu akibat konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran.

Gangguan pasokan tersebut sempat mendorong premi aluminium di pasar AS ke rekor tertinggi pada bulan lalu.

Sebelumnya, sekitar 18.500 metrik ton aluminium dari smelter baru di Indonesia yang dikembangkan perusahaan China, Tsingshan dan Xinfa melalui proyek Juwan, juga telah dikirim ke Amerika Serikat pada Maret lalu.

Menurut data Export Genius, pengiriman aluminium Alamtri ke Amerika Serikat dibeli oleh perusahaan perdagangan komoditas Mercuria.

Muatan tersebut diberangkatkan dari Indonesia pada 10 Juni dan saat ini dalam perjalanan menuju Brownsville, Texas.

Sementara itu, pengiriman ke Korea Selatan dibeli oleh Vitol dan dikirim menuju Incheon setelah meninggalkan Indonesia pada 29 Juni.

Korea Selatan juga menjadi salah satu negara yang selama ini bergantung pada pasokan aluminium dari smelter di kawasan Teluk.

Juru bicara Alamtri mengatakan proyek smelter aluminium perseroan mendapat minat yang kuat dari calon pelanggan.

Perusahaan menargetkan penjualan aluminium batangan (aluminium ingot) mencapai hingga 350.000 ton sepanjang tahun ini yang akan dipasarkan di dalam negeri maupun ke pasar ekspor. (DK/ZH)