Komisaris RANS buka suara terkait isu pencucian uang

Jumat, 10 Juli 2026

image

JAKARTA - PT RANS Entertainment Indonesia Tbk (RANS) membantah isu yang beredar di media sosial terkait dugaan perseroan sebagai sarana pencucian uang menjelang penawaran (IPO) dan pencatatan perdana sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Komisaris Utama RANS, Darwin Cyril Noerhadi, menegaskan bahwa tudingan tersebut tidak berdasar.

“Peningkatan valuasi perusahaan didorong oleh kinerja bisnis serta investasi sebesar Rp248 miliar yang dikucurkan PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) pada 2021,” ujarnya, saat sesi press conference, Jumat (10/7).

Di sisi lain, Cyril menjelaskan bahwa saat EMTK berinvestasi, valuasi RANS telah mencapai sekitar Rp1,3 triliun. Dengan demikian, kenaikan valuasi perusahaan hingga sekitar Rp2 triliun saat ini merupakan perkembangan yang wajar dan mencerminkan pertumbuhan bisnis.

Sebagai catatan, dengan harga IPO sebesar Rp170 per lembar, price-to-earnings ratio (PER) RANS berada di level 28,33x, sementara price-to-book value (PBV) sebesar 5,03x.

Kedua angka tersebut jauh dari rata-rata industri. Mengacu pada data Stockbit Sekuritas, PER (annualised) industri emiten sejenis RANS berada di sekitar 1,64x, sedangkan PBV sektor berada di 2,86x.

Ia menegaskan bahwa proses IPO menjadi momentum penting bagi RANS untuk menunjukkan kondisi perusahaan secara transparan sesuai fakta.

Seluruh proses, kata Cyril, telah mengikuti ketentuan yang ditetapkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI).

Selain itu, RANS juga telah memenuhi aturan terbaru mengenai keterbukaan informasi pemegang saham yang memiliki kepemilikan di atas 1%, serta ketentuan minimum free float sebesar 15%.

Dalam IPO ini, Perseroan melepas sebanyak 2,52 miliar saham baru atau setara 20,02% dari modal ditempatkan dan disetor penuh.

Cyril menegaskan bahwa seluruh persyaratan tersebut telah dipenuhi, termasuk keterbukaan informasi kepada publik dan jumlah saham yang diperdagangkan di bursa.

Menurutnya, hal itu menjadi bukti komitmen RANS terhadap prinsip transparansi dan kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Dalam sesi Konferensi Pers pascaseremoni pencatatan saham RANS, Raffi Ahmad, Founder RANS, juga mengungkap bahwa Haji Isam, atau pebisnis Andi Syamsuddin Arsyad, telah masuk ke RANS dengan porsi saham di atas 1%.

Raffi menilai pengalaman Haji Isam sebagai pengusaha yang telah lama berkecimpung di dunia bisnis dan pasar modal menjadi nilai tambah bagi RANS.

Menurutnya, bergabungnya Haji Isam bersama sejumlah investor lainnya merupakan sinyal positif yang semakin memperkuat kredibilitas perseroan di mata pasar.

"Merupakan sebuah kehormatan bagi kami. Kehadiran Haji Isam bersama pengusaha dan investor lainnya yang memberikan kepercayaan kepada kami, menunjukkan bahwa RANS benar-benar serius dalam membangun perusahaan. Terima kasih," ujar Raffi. (DK/ZH)