Menkeu China Lan Foan: Strategi fiskal China akan lebih fleksibel
Senin, 17 November 2025

JAKARTA — Pemerintah Tiongkok akan memperkuat kebijakan fiskal untuk lima tahun mendatang, sebagai upaya menjaga stabilitas dan menopang pertumbuhan ekonomi.
Menteri Keuangan Lan Foan mengatakan bahwa Beijing akan meningkatkan regulasi kontra-siklus dan lintas-siklus, serta menyesuaikan rasio defisit terhadap PDB dan kebutuhan pembiayaan pemerintah mengikuti perkembangan ekonomi.
[[ Kebijakan kontra-siklus artinya ketika perekonomian dunia melemah China siap menaikkan defisit, menambah belanja pemerintah, mengeluarkan obligasi besar (termasuk ultra-long bonds), memberi subsidi untuk konsumsi. Sedangan kebijakan lintas-siklus adalah ketika situasi perekonomian membaik, defisit dapat diturunkan lagi. Secara umum kombinasi kebijakan ini adalah berarti kebijakan fiskal China akan fleksibel ]]
Menurut reuters, Sabtu (15/11), Lan menjelaskan bahwa Tiongkok akan mengoptimalkan pemanfaatan seluruh instrumen fiskal—mulai dari anggaran negara, perpajakan, obligasi pemerintah, hingga pembayaran transfer.
Langkah ini dinilai penting untuk mempertahankan momentum pembangunan sosial dan ekonomi nasional. Di tengah kondisi global yang tidak stabil dan meningkatnya persaingan antarnegara besar, Beijing menegaskan perlunya kebijakan fiskal yang lebih adaptif dan berdaya tahan.
Dukungan fiskal akan difokuskan pada sektor-sektor strategis seperti industri modern, sains dan teknologi, pendidikan, serta jaminan sosial. Pemerintah juga akan memperluas penggunaan subsidi untuk mendorong konsumsi domestik.
Selain itu, obligasi pemerintah daerah—termasuk obligasi berjangka sangat panjang—akan dimanfaatkan secara lebih terkoordinasi guna mengarahkan investasi pemerintah secara lebih efektif. (GA)