China prediksi PDB tembus US$19,8 triliun di 2025
Senin, 15 Desember 2025
TIONGKOK - Perekonomian China diperkirakan mencapai sekitar 140 triliun yuan (US$19,8 triliun) pada 2025, seiring hampir rampungnya rencana lima tahun ke-14 (2021–2025).Seperti dikutip globaltimes.cn, hal itu disampaikan pejabat senior pemerintah pada konferensi ekonomi tahunan di Beijing, Sabtu.Dalam Annual Conference on China’s Economy 2025–2026 yang digelar China Center for International Economic Exchanges, Han Wenxiu, Wakil Direktur Eksekutif Kantor Komite Sentral untuk Urusan Keuangan dan Ekonomi, menyebut sejumlah lembaga internasional, termasuk IMF dan Goldman Sachs, baru-baru ini menaikkan proyeksi pertumbuhan ekonomi China untuk tahun ini dan tahun depan.
Menilik perjalanan Rencana Lima Tahun ke-14, Han mengatakan China berhasil menghadapi tantangan luar biasa seperti pandemi, pemisahan ekonomi (decoupling), gangguan rantai pasok, hingga bencana alam.
Kekuatan ekonomi nasional terus meningkat, tercermin dari capaian Produk Domestik Bruto (PDB) yang melampaui 110 triliun, 120 triliun, dan 130 triliun yuan dalam beberapa tahun terakhir, serta diproyeksikan mencapai sekitar 140 triliun yuan tahun ini.
Han menegaskan 2025 memiliki arti strategis bagi modernisasi China. Target utama pembangunan ekonomi dan sosial diyakini tercapai, dan Rencana Lima Tahun ke-14 akan berakhir dengan hasil yang positif.
Dalam setahun terakhir, ekonomi China tumbuh di tengah tekanan global, beralih ke pembangunan berkualitas tinggi, serta menunjukkan ketahanan dan vitalitas yang kuat.
Banyak lembaga kini memperkirakan pertumbuhan tahunan sekitar 5 persen, dengan China tetap menjadi mesin utama pertumbuhan global.
Sejumlah indikator ekonomi utama melampaui ekspektasi. Ketenagakerjaan relatif stabil, perdagangan luar negeri tumbuh pesat, diversifikasi ekspor menunjukkan hasil nyata, dan pembangunan sistem industri modern kian cepat.
Pertumbuhan “kekuatan produktif berkualitas baru” berjalan stabil, dengan riset dan penerapan di bidang kecerdasan buatan, biomedis, dan robotika berada di garis depan global.
Han juga menyoroti pasar modal yang semakin aktif dan meningkatnya kepercayaan investor, baik domestik maupun asing. Terkait keterbukaan dan kebijakan perdagangan, China akan melanjutkan pembukaan yang tertib dan terinstitusionalisasi, memperluas keterbukaan sektor jasa, mengoptimalkan zona perdagangan bebas, serta mendorong ekspor jasa dan pengembangan perdagangan digital serta hijau.
“China perlu memperluas ekspor sekaligus meningkatkan impor demi perdagangan luar negeri yang berkelanjutan,” ujarnya.
Pada 2025, perdagangan barang China tetap tangguh dengan pertumbuhan stabil meski menghadapi tekanan eksternal.
Data bea cukai menunjukkan total impor dan ekspor barang (dalam yuan) mencapai 41,21 triliun yuan pada 11 bulan pertama 2025, naik 3,6% secara tahunan, sama dengan laju pertumbuhan 10 bulan pertama, menurut Xinhua.
Ke depan, pemerintah pusat menargetkan pertumbuhan ekonomi yang stabil, menjaga stabilitas ketenagakerjaan dan harga, mempertahankan keseimbangan dasar neraca pembayaran internasional, serta memastikan pertumbuhan pendapatan rumah tangga sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.
Konferensi Kerja Ekonomi Pusat yang digelar di Beijing pada Rabu–Kamis menegaskan 2025 sebagai tahun yang luar biasa, dengan target pembangunan ekonomi dan sosial diyakini tercapai.
Konferensi tersebut juga menilai fondasi dan tren dasar yang menopang pertumbuhan jangka panjang China tetap tidak berubah, demikian laporan Xinhua. (DK)