IHSG berpotensi melemah usai asing borong saham bank
Selasa, 16 Desember 2025

JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan Selasa (16/12) hari ini, setelah turun 0,13% pada perdagangan Senin ke level 8.649,66.
Meskipun IHSG melemah, investor asing melakukan pembelian bersih (net buy) di seluruh pasar senilai Rp247,52 miliar.
Saham perbankan mendominasi net foreign buy pada perdagangan Senin, dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) di peringkat pertama setelah mencatatkan net buy Rp211,79 miliar. Kemudian disusul oleh PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp190,71 miliar dan PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) Rp131,98 miliar.
Analis Phintraco Sekuritas menyebut IHSG memang tengah menghadapi rotasi pilihan saham investor, dari saham konglomerasi ke saham bluechips seperti perbankan.
Sementara secara teknikal, indikator Stochastic RSI pada IHSG dinilai telah mendekati level jenuh jual (oversold), namun belum mengindikasikan reversal atau pembalikan.
“Sedangkan MACD membentuk pelebaran histogram negatif. IHSG Kembali ditutup di bawah level MA5. Sehingga diperkirakan IHSG akan bergerak sideways di kisaran 8.600-8.750,” jelas analis Phintraco, dalam catatan riset yang disampaikan hari ini.
Sementara itu analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan di bursa Wall Street pada awal pekan ini, berpotensi menjadi katalis negatif bagi IHSG.
Meskipun demikian, penguatan harga sejumlah komoditas inti seperti emas dan tembaga, diyakini akan menjadi katalis positif.
“IHSG hari ini diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 8.564/8.478 dan resist 8.743/8.822,” jelas analis CGS International.
Menurut data yang dihimpun IDNFinancials.com, Dow Jones melemah 0,09% pada perdagangan Senin dan S&P 500 turun 0,16%. Sementara harga emas di pasar spot menguat 0,13%, perak menguat 3,43%, dan tembaga naik 1%. (KR)