Pendapatan maskapai penerbangan dunia terus naik, tembus US$1 triliun
Selasa, 16 Desember 2025

JAKARTA - Industri penerbangan global berada di ambang pencapaian bersejarah setelah International Air Transport Association (IATA) memproyeksikan pendapatan maskapai dunia melampaui US$1 triliun tahun ini.
Capaian tersebut menandai pertumbuhan 4% dibandingkan 2024, saat pendapatan industri tercatat US$996 miliar.
Berdasarkan data IATA, dikutip simpleflying.com, tren pertumbuhan diperkirakan berlanjut dalam beberapa tahun ke depan. Pada 2026, pendapatan industri penerbangan global diproyeksikan meningkat 4,5% menjadi US$1,053 triliun, seiring tingginya tingkat keterisian penumpang dan pemanfaatan armada yang mencetak rekor baru.
Kinerja positif tersebut turut mendorong peningkatan laba bersih industri. Setelah membukukan laba US$30,5 miliar pada 2024, keuntungan diperkirakan naik menjadi US$39,5 miliar pada 2025 dan mencapai US$41 miliar pada 2026. Pertumbuhan laba terutama ditopang oleh kenaikan lalu lintas penumpang serta pertumbuhan sektor kargo udara.
IATA mencatat lalu lintas penumpang global diperkirakan tumbuh 4,9% pada 2026, sementara volume kargo udara meningkat 2,6%. Jumlah penumpang dunia diproyeksikan mencapai 5,2 miliar orang, sedangkan angkutan kargo diperkirakan menyentuh 71,6 juta ton pada 2026.
Secara global, rata-rata load factor industri penerbangan pada 2026 diperkirakan mencapai 83,8%, melampaui level sebelum pandemi. Kawasan Asia Pasifik diproyeksikan menjadi motor utama pertumbuhan lalu lintas udara global dengan tingkat keterisian tertinggi, mencapai 84,4%.
Meski menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari ketegangan geopolitik hingga gangguan rantai pasok, industri penerbangan dinilai tetap menunjukkan ketahanan yang kuat pascapandemi COVID-19. Namun, tingkat Return on Invested Capital (ROIC) industri diproyeksikan stagnan di 6,8%, tidak berubah dari tahun sebelumnya.
Dari sisi sumber pendapatan, porsi terbesar masih berasal dari tiket penumpang, yang diperkirakan mencapai US$751 miliar pada 2026. Sementara itu, pendapatan kargo diproyeksikan sebesar US$158 miliar, dan pendapatan tambahan lainnya sekitar US$145 miliar.
Secara regional, Eropa diperkirakan mencatat laba bersih tertinggi, sedangkan kawasan Timur Tengah diproyeksikan membukukan margin laba terbesar.
Di sisi lain, pertumbuhan pasar tercepat diprediksi terjadi di Asia Pasifik, dengan perbaikan kinerja juga terlihat di kawasan Amerika Selatan, meski pasar domestik Amerika Utara diperkirakan mengalami stagnasi permintaan.(DH)