Reli harga emas berpotensi jatuhkan dolar AS, menurut Societe Generale

Selasa, 16 Desember 2025

image

JAKARTA – Societe Generale, bank terbesar Eropa yang berpusat di Prancis, menyebut kenaikan reli harga emas pada 2026 berpotensi mengalahkan kinerja dolar dan surat utang Amerika Serikat (AS).

Analis Societe Generale, dalam laporan riset yang dikutip Kitco, mengatakan bahwa saat ini perusahaan tengah menjaga alokasi 10% dari portofolio multi-aset (SGMAP) mereka ke dalam komoditas emas.

Pada saat yang sama, Societe Generale juga mengurangi eksposur mereka pada obligasi AS yang terdampak inflasi dan pemangkasan peringkat, menjadi 5% dari total portofolio mereka.

“Di tahun yang penuh perjuangan bagi instrumen pendapatan tetap, serta pelemahan dolar AS menjadi pemberat aset terkait, SGMAP telah menunjukkan performa yang lebih baik dengan alokasi antar-instrumen yang seimbang,” ungkap analis Societe Generale.

Seperti disampaikan IDNFinancials.com sebelumnya, Societe Generale menargetkan harga emas akan tembus US$5.000 per troi ons pada akhir 2026 mendatang.

Kenaikan harga emas, kata Societe Generale, mendapat dukungan dari investor ritel yang mendiversifikasi aset mereka ke komoditas emas. Baik melalui emas batangan maupun ETF berbasis logam mulia.

“Kami merekomendasikan strategi buy on the dip karena bank sentral terus melepas aset berbasis dolar AS, serta penawaran menarik dari emas, yang lebih protektif terhadap berbagai risiko,” jelas analis Societe Generale.

Di sisi lain, Societe Generale mengakui bahwa bank sentral AS telah memangkas suku bunga acuan menjadi 4%. Namun saat ini suku bunga acuan riil Federal Reserve masih tetap tinggi, yang menandai situasi moneter masih tetap ketat meskipun inflasi telah disesuaikan.

“Ekonom kami mengantisipasi adanya pemangkasan hingga 50 basis points lagi hingga April 2026,” tulis analis Societe Generale. (KR)