Laba MORA tumbuh 16,5% meski pendapatan melemah hingga September
Senin, 17 November 2025

JAKARTA - PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA) membukukan laba bersih Rp236,04 miliar sepanjang Januari–September 2025, naik 16,5% secara tahunan atau dari Rp202,69 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Kenaikan laba tersebut turut mendorong Earnings Per Share (EPS) menjadi Rp10 dari sebelumnya Rp9 per saham.
Berdasarkan laporan keuangan terbaru, pendapatan MORA turun 6,2% secara tahunan menjadi Rp2,80 triliun per September 2025.
Segmen penyelenggaraan telekomunikasi menjadi penopang pendapatan MORA. Sebagian besar berasal dari bisnis layanan internet yang mencapai Rp990,63 miliar, tumbuh 15,2% secara tahunan.
Sementara pendapatan dari jaringan domestik turun tipis 0,25% menjadi Rp704,67 miliar, pendapatan jaringan internasional melonjak 17,6% menjadi Rp269,86 miliar, dan pendapatan layanan VSAT anjlok 75% menjadi Rp106,02 miliar.
Di segmen non-telekomunikasi, proyek konsesi masih mendominasi pendapatan MORA dengan kontribusi Rp669 miliar. Kontributor terbesar ini berasal dari kerja sama dengan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI), meski nilainya turun 7,9% dari Rp617 miliar pada September 2024.
Di sisi lain, beban langsung perusahaan tercatat turun 2,2% menjadi Rp1,19 triliun dari sebelumnya Rp1,21 triliun.
Dari sisi neraca, total aset MORA turun 1,2% menjadi Rp14,47 triliun hingga September 2025, dari posisi akhir tahun 2024. Sementara itu liabilitas perusahaan berada di posisi Rp6,82 triliun, membuat total ekuitasnya mencapai Rp7,65 triliun. (DH/KR)