Sergey Brin menyesal pensiun dari Google, kini ikut garap Gemini
Selasa, 16 Desember 2025

JAKARTA - Sergey Brin kembali aktif di Google dan terlibat langsung dalam pengembangan Gemini, model kecerdasan buatan (AI) andalan perusahaan.
Seregei menilai keputusannya untuk kembali bekerja setelah sempat pensiun, sebagai langkah tepat dan menyebut pensiun sebagai “kesalahan besar”.
Dikutip dari Business Insider, Brin menyampaikan pandangan tersebut dalam acara perayaan 100 tahun School of Engineering Universitas Stanford. Ia mengungkapkan mundur dari aktivitas harian Google pada Desember 2019 dengan harapan menikmati waktu luang, namun rencana itu tidak berjalan seiring pandemi.
Brin mengaku sering merasa “spiraling” dan “agak kurang tajam” tanpa tantangan intelektual. Ia kemudian kembali ke kantor saat Google mulai membuka ruang kerja terbatas, sebelum akhirnya terlibat penuh dalam proyek yang berkembang menjadi Gemini.
“Mampu memiliki wadah kreativitas teknis seperti itu, menurut saya itu sangat memuaskan,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Brin juga memberikan evaluasi kritis terhadap arah pengembangan AI Google. Meski perusahaan menjadi pelopor lewat makalah “Transformer” pada 2017, ia mengaku Google sempat “kurang investasi" dan "terlalu takut untuk memperkenalkannya kepada orang-orang karena chatbot mengatakan hal-hal bodoh".
Sementara OpenAI, kata Brin, menerima tantangan itu.
Meski begitu, Brin menegaskan Google masih unggul secara struktural melalui investasi jangka panjang pada riset jaringan neural, chip AI khusus, serta pusat data berskala besar.
Tak banyak yang memiliki investasi dengan skala sebesar itu,” kata Brin.
Tak hanya membahas soal perkembangan industri, Brin juga menyinggung arah pendidikan di era AI. Ia mengingatkan agar mahasiswa tidak meninggalkan bidang teknis meski AI semakin mampu menulis kode.
Selain itu, Brin mengakui kesalahan yang pernah ia buat sebagai pendiri, termasuk saat peluncuran Google Glass yang dinilai terlalu dini. “Semua orang mengira dirinya adalah Steve Jobs berikutnya,” katanya.
Dengan laju inovasi AI yang semakin cepat, Brin mengaku tetap bersemangat. “Jika Anda melewatkan berita selama sebulan, Anda akan ketinggalan banyak informasi,” ujarnya. (DH/KR)