Bridgewater ingatkan Big Tech AI yang kian bergantung pada utang

Selasa, 16 Desember 2025

image

JAKARTA - Bridgewater Associates, salah satu hedge fund terbesar di dunia, mengeluarkan peringatan keras mengenai tren belanja infrastruktur kecerdasan buatan (AI).

Perusahaan menilai bahwa ledakan belanja AI kini memasuki fase berbahaya, karena perusahaan teknologi raksasa (Big Tech) semakin bergantung pada suntikan modal eksternal, untuk menutupi biaya operasional yang terus membengkak.

Co-Chief Investment Officer Bridgewater, Greg Jensen, menyoroti bahwa arus kas internal perusahaan teknologi kini tidak lagi cukup untuk membiayai ekspansi mereka.

"Ke depan, ada probabilitas yang masuk akal bahwa kita akan segera menemukan diri kita dalam gelembung (bubble)," tulis Jensen dalam catatan risetnya, seperti dilansir Reuters (15/12).

Indikasi ketergantungan Big Tech AI pada utang atau pendanaan luar ini, juga tercermin dari laporan UBS bulan lalu.

UBS mencatat pembiayaan untuk proyek data center dan infrastruktur AI melonjak drastis, mencapai US$ 125 miliar sejak awal tahun hingga November.

Angka ini naik tajam dibandingkan periode yang sama pada tahun 2024 yang hanya sebesar US$ 15 miliar.

Di sisi lain, pelaku pasar telah berhati-hati setelah Oracle merilis kinerja terbarunya pekan lalu, yang gagal melampaui ekspektasi pendapatan dan laba.

Jensen menambahkan, tantangan fisik dalam pembangunan data center dan valuasi ekosistem AI yang sudah melambung tinggi, menambah risiko bahwa ekonomi AS semakin terkonsentrasi pada sektor teknologi. (SF/KR)