Pemerintah AS gagalkan tawaran Xtellus atas aset Lukoil
Selasa, 16 Desember 2025

JAKARTA – Pemerintah Amerika Serikat (AS) menolak tawaran kelompok yang dipimpin Xtellus Partners untuk membeli aset luar negeri Lukoil, menurut sumber yang mengetahui masalah tersebut kepada Reuters.
Xtellus tengah bersaing dengan sejumlah perusahaan besar, termasuk Exxon Mobil, Chevron, International Holding Company (IHC), MOL dari Hungaria, dan firma ekuitas swasta Carlyle, yang semuanya masih dalam proses seleksi.
Lukoil melepas asetnya setelah AS menjatuhkan sanksi terhadap perusahaan minyak ini pada Oktober, sebagai tekanan bagi Rusia agar segera berdamai dengan Ukraina.
Nilai aset yang dilelang diperkirakan mencapai 22 miliar dolar AS, yang mencakup proyek hulu, kilang, serta dan lebih dari 2.000 SPBU di berbagai kawasan. Mulai dari Eropa, Asia Tengah, Timur Tengah, hingga Amerika.
Sumber Reuters menyebut Xtellus menawarkan skema pertukaran saham Lukoil yang dimiliki oleh investor AS, dalam bentuk transaksi tanpa uang tunai.
Sumber tersebut juga menyebut Lukoil lebih menyukai tawaran Xtellus. “Tetapi tawaran itu kompleks untuk dilaksanakan,” jelasnya.
Sebagai catatan, Xtellus juga tengah memberi saran kepada mitra penawar ternama seperti miliarder Todd Boehly dan Allied Investment Partners dari Emirat. Lukoil dan kelompok Xtellus juga disebut telah menandatangani perjanjian jual-beli saham.
Namun, Departemen Keuangan AS menegaskan kelompok tersebut “tidak memiliki izin untuk menggunakan sekuritas yang kena sanksi dalam transaksi,” sehingga proposal mereka ditolak.
Kelompok Xtellus selanjutkan berencana mengeskalasi tawaran itu kepada pengambil keputusan yang lebih tinggi, serta mengajukan lisensi yang dibutuhkan.
Jika tawaran berhasil, saham Lukoil milik investor AS yang dibekukan dan nilainya telah ambles usai invasi Rusia ke Ukraina 2022, akan dialihkan ke Lukoil untuk dijual ke investor lain, dan hasilnya dibayarkan kepada investor AS. (DH/KR)