Thailand putus jalur BBM Laos, Tekan pasokan ke Kamboja
Selasa, 16 Desember 2025

JAKARTA - Militer Thailand menghentikan pengiriman bahan bakar melalui pos perbatasan Chong Mek dengan Laos setelah memperoleh informasi intelijen bahwa pasokan tersebut dialihkan ke pasukan Kamboja di tengah konflik perbatasan yang kian memanas.
Dkutip channelnewsasia.com, langkah ini diambil saat bentrokan bersenjata antara Thailand dan Kamboja terus berlangsung di berbagai titik sepanjang perbatasan darat kedua negara.
Juru bicara Kementerian Pertahanan Thailand, Laksamana Muda Surasant Kongsiri, menegaskan kebijakan tersebut tidak ditujukan untuk merugikan Laos. “Niat kami bukanlah untuk menimbulkan dampak pada rakyat atau pemerintah Laos,” ujarnya dalam konferensi pers.
Pertempuran dilaporkan terjadi di sedikitnya sembilan lokasi, mencakup wilayah daratan hingga pesisir. Konflik ini telah memaksa lebih dari setengah juta warga mengungsi dan menewaskan sedikitnya 38 orang dalam delapan hari terakhir. Upaya internasional untuk menghentikan pertempuran belum membuahkan hasil, termasuk desakan gencatan senjata dari Presiden Amerika Serikat Donald Trump.
Pertemuan khusus para menteri luar negeri Asia Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pekan ini juga ditunda hingga 22 Desember atas permintaan Thailand, memperkecil peluang dialog langsung antara kedua pihak dalam waktu dekat.
Selain jalur darat, Thailand mempertimbangkan pembatasan pergerakan kapal di perairan Kamboja yang dinilai berisiko tinggi. Meski demikian, pejabat angkatan laut menyatakan kebijakan tersebut tidak akan mengganggu pengiriman dari negara lain.
Data pelacakan kapal menunjukkan sebagian besar pasokan bahan bakar Kamboja masuk melalui jalur laut, dengan Singapura menjadi pemasok utama. Sementara itu, ekspor bahan bakar dari Thailand ke Kamboja tercatat menurun tajam dan disebut telah berhenti sejak Juli.
Di medan tempur, Kamboja menuduh Thailand meningkatkan penggunaan drone, artileri berat, serta jet tempur F-16 dalam serangan udara, termasuk di Provinsi Siem Reap. “Patut juga dicatat bahwa jumlah jet tempur dan bom tandan yang digunakan oleh militer Thailand untuk menyerang Kamboja telah meningkat secara signifikan,” kata juru bicara Kementerian Pertahanan Kamboja, Maly Socheata.
Thailand dan Kamboja saling menyalahkan atas runtuhnya gencatan senjata yang dimediasi Trump pada Juli lalu. Bangkok menegaskan penghentian konflik harus diawali dengan langkah nyata gencatan senjata dari pihak lawan, sementara Phnom Penh menyatakan tindakan militernya bersifat defensif.(DH)