Ekonom optimis BI tahan suku bunga, rupiah tertekan sejak awal pekan

Rabu, 17 Desember 2025

image

JAKARTA – Mayoritas ekonom memperkirakan Bank Indonesia akan tetap menahan suku bunga acuan atau BI Rate di level 4,75%.

Berdasarkan konsensus yang dihimpun oleh Bloomberg, sebanyak 22 dari 34 ekonom memperkirakan BI tidak akan mengubah suku bunga acuan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Desember.

Namun 12 di antaranya memperkirakan adanya pemangkasan lanjutan sebanyak 25 basis points (bps).

Dalam RDG November 2025, Gubernur BI, Perry Warjiyo, mengatakan fokus bank sentral saat ini adalah menjaga stabilitas rupiah dan menarik lebih banyak modal asing ke Indonesia.

Pekan lalu, BI menyampaikan investor asing masih mencatatkan net sell di pasar keuangan Indonesia. Meskipun mencatatkan net buy Rp1,14 triliun di pasar saham dan Rp2,85 triliun di surat berharga negara pada pekan kedua Desember 2025, namun investor asing mencatatkan net sell Rp4,12 triliun di Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI).

Keputusan BI pada November lalu, membuat suku bunga acuan Indonesia berada di level terendah dalam 3 tahun lebih atau sejak 2022.

Sementara itu nilai tukar rupiah telah turun 3,5% terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sejak awal tahun menurut data Bloomberg, menjadikannya sebagai mata uang dengan kinerja terburuk kedua di kawasan Asia.

Sementara menurut data Intercontinental Exchange (ICE), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS telah turun 0,25% sejak awal pekan dan berada di posisi Rp16.688 per dolar AS pada penutupan perdagangan Selasa.

Namun pada pembukaan perdagangan hari ini, nilai tukar rupiah mulai menguat tipis 0,05% ke level Rp16.680 per dolar AS.

Hingga pukul 10.47 WIB hari ini, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,30% atau 26,21 poin. Sektor infrastruktur dan energi memimpin penguatan, sementara sektor properti dan keuangan menguat tipis masing-masing 0,31% dan 0,11%. (KR)