Produsen keramik ARNA cetak laba tumbuh 8,1% di paruh pertama 2026

Senin, 20 Juli 2026

image

JAKARTA – PT Arwana Citramulia Tbk (ARNA) membukukan pertumbuhan laba bersih 8,1% secara tahunan menjadi Rp220,69 miliar pada akhir Juni 2026, ditopang pendapatan yang turut naik 7,5%.

Berdasarkan laporan keuangan terbaru ARNA, penjualan bersih ARNA tercatat menyentuh angka Rp1,53 triliun per akhir semester I 2026.

Penjualan neto tercatat bertumbuh secara merata, baik di Pulau Jawa maupun di luar Pulau Jawa, dengan kontribusi masing-masing sebesar Rp820,86 miliar dan Rp709,43 miliar.

Pertumbuhan kinerja juga mendorong arus kas Perseroan dari aktviitas operasional naik menjadi Rp372,47 miliar. Namun, arus kas dari investasi dan pendanaan masih berada dalam posisi minus, sehingga kas dan setara kas ARNA per Juni 2026 sebesar Rp125,04 miliar.

Sebagai catatan, total aset ARNA hingga akhir semester I 2026 sebesar Rp2,78 triliun, dengan liabilitas Rp961,96 miliar, dan ekuitas Rp1,82 triliun, yang menyusut pascabuyback awal tahun.

IDNFinancials sebelumnya melaporkan bahwa Plant 4D Perseroan di Ogan Ilir, Sumatra Selatan, telah rampung dan beroperasi pada tengah April 2026.

Ini akan mendongkrak total kapasitas terpasang ARNA menyentuh 75,8 juta m2 per tahun pada tahun 2026.

Selain itu, dengan mempertahankan tingkat utilisasi kapasitas terpasang di level 97%, manajemen juga menargetkan kenaikan produksi hingga 10% secara tahunan di 2026.

Hingga akhir perdagangan sesi I, Senin (20/7), harga saham ARNA naik 1,3% ke level Rp468 per lembar, sejalan dengan pergerakan positif Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) naik 0,91% ke level 6.231,78. (ZH)