Besok BEI buka supensi empat emiten ini, ada milik Hapsoro

Rabu, 17 Desember 2025

image

JAKARTA – Saham empat emiten akan diperdagangkan mulai sesi I Kamis (18/12) setelah disuspensi PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal itu disampaikan Yulianto Aji Sadono, Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI dalam keterbukaan informasi dikutip pada Kamis (17/12).

Saham empat emiten yang akan ditransaksikan mulai besok antara lain;

  • PT Sanurhasta Mitra Tbk (MINA)
  • PT Triniti Dinamik Tbk (TRUE)
  • PT Intan Baru Prana Tbk (IBFN)
  • PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP)

BEI mensupensi saham sejumlah emiten tersebut pada rentang waktu berbeda seiring kenaikan harga secara akumulasi yang signifikan.

Suspensi saham MINA dimulai Senin (8/12). Sebelum disupensi harga sahamnya terkerek Rp62 menjadi Rp488 pada penutupan transaksi sesi II, Jumat (5/12) dengan volume perdagangan 2,14 miliar dalam 142.868 kali senilai Rp1 triliun.

Sejak sebulan terakhir saham MINA melesat 101,65% atau Rp246 per saham. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham emiten ini yakni, Hapsoro.

Sementara itu, suspensi saham TRUE dimulai pada Jumat (5/12). Sehari sebelumnya saham emiten ini naik Rp58 menjadi Rp228 pada penutupan sesi II. Jumlah saham diperjualbelikan 882,55 juta dalam 47.107 kali senilai Rp189,41 miliar.

Saham emiten ini melonjak 107,27% atau Rp118 sejak sebulan terakhir. Penerima manfaat akhir dari kepemilikan saham TRUE yakni, Heriyanto.

Harga saham IBFN menguat Rp10 menjadi Rp115 pada penutupan perdagangan Jumat (28/11). Volume saham diperdagangkan 3,96 juta dalam 313 kali senilai Rp440,45 juta.

Sedangkan saham UNSP ditutup menguat Rp34 menjadi Rp382 per saham, kemarin (16/12). Jumlah saham diperjualbelikan 3,28 juta dalam 126 kali transaksi senilai Rp1,25 miliar.

Sejak sepekan dan sebulan saham emiten ini masing-masing terkerek 29,93% atau Rp88 per saham dan 93,91% atau Rp185. Penerima manfaat akhir dari kepemiliksan saham UNPS adalah Keluarga Bakrie. (LK)