Didukung NVIDIA, Batam bidik posisi hub AI Asia Tenggara

Selasa, 21 Juli 2026

image

JAKARTA - Batam mulai bertransformasi menjadi pusat pengembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) setelah perusahaan teknologi asal Australia, Firmus Technologies VTY Ltd, memilih kawasan tersebut sebagai lokasi pembangunan pusat data AI di Indonesia.

Proyek yang dikembangkan bersama NVIDIA dan DayOne Singapura itu dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Batam sebagai salah satu hub digital di Asia Tenggara.

Mengutip dari CNBC Indonesia, fasilitas tersebut dirancang sebagai kampus AI berkapasitas 360 megawatt (MW) dan ditargetkan mulai beroperasi pada 2027.

Kehadirannya diproyeksikan mendukung kebutuhan komputasi AI berskala besar sekaligus memperkuat ekosistem pusat data nasional di tengah meningkatnya permintaan terhadap infrastruktur digital.

Badan Pengusahaan (BP) Batam menilai investasi tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap daya saing Batam sebagai tujuan investasi teknologi.

Selain mendorong masuknya investasi baru, proyek ini diharapkan menciptakan lapangan kerja, mempercepat transfer teknologi, serta memperkuat posisi Indonesia dalam rantai industri AI dan ekonomi digital global.

Kepala BP Batam, Amsakar Achmad, mengatakan pihaknya terus membenahi iklim investasi, terutama melalui penyederhanaan proses perizinan.

Menurutnya, Batam juga memiliki keunggulan berupa ketersediaan lahan yang lebih memadai dibandingkan sejumlah kawasan pesaing serta pasokan tenaga kerja yang relatif mencukupi untuk memenuhi kebutuhan industri.

Untuk meningkatkan kualitas layanan kepada investor, BP Batam juga mengembangkan dashboard investasi yang memungkinkan proses perizinan dipantau secara real time.

Melalui sistem tersebut, setiap keterlambatan dalam proses perizinan dapat segera diidentifikasi dan ditindaklanjuti.

Selain itu, BP Batam menyiapkan duta investasi yang akan mendampingi investor sejak tahap awal hingga realisasi proyek guna memastikan proses investasi berjalan lebih cepat dan efisien.

Menurut Amsakar, berbagai upaya tersebut diharapkan semakin memperkuat daya tarik Batam sebagai destinasi investasi strategis di sektor teknologi dan ekonomi digital. (DK)