Direktur Utama KKGI mundur usai menjabat sejak 1993

Selasa, 21 Juli 2026

image

JAKARTA – PT Resource Alam Indonesia Tbk (KKGI) mengumumkan pengunduran diri Pintarso Adijanto dari posisinya sebagai Direktur Utama Perseroan pada Senin, 20 Juli 2026.

Dalam keterangan resmi kepada Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (21/7), pengunduran dirinya disebabkan oleh kondisi kesehatannya.

“Sehingga tidak bisa optimal dalam melaksanakan tugasnya,” ujar Agoes Soegiarto Soeparman, Direktur KKGI, dalam keterangan resminya.

Menurut laman resmi KKGI, Pintarso Adjianto telah menjabat sebagai pucuk pimpinan Perseroan sejak tahun 1993, bahkan saat Perseroan masih disebut PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries dan bergerak di industri produk perekat kayu.

Menurut laporan resmi di BEI, Pintarso Adjianto masih memiliki secara langsung 0,34% saham KKGI, dan tercatat sebagai pihak pengendali Perseroan hingga akhir Juni 2026.

Keluarga Adjianto – Pintarso dan Suparno Adjianto – juga masih tercatat sebagai penerima manfaat akhir kepemilikan saham KKGI melalui PT Sejahterah Jaya Cita dengan porsi 27,83%.

Pada periode 2000–2020, beliau juga menjabat sebagai Direktur Utama PT Insani Baraperkasa, anak usaha KKGI, yang berfokus pada industri pertambangan batu bara.

KKGI sendiri mengubah arah bisnis ke industri batu bara sejak 2003, dan kini telah mengoperasikan tiga lokasi penambangan di Simpang Pasir, Gunung Pinang, dan Bayur di Kalimantan Timur.

Sebagai catatan, sebelum Pintarso Adjianto, KKGI juga mengumumkan pengunduran diri salah satu anggota direksinya, yaitu Winanto, pada 15 Juli 2026 – meski alasannya tidak diungkapkan ke publik. Ia masih memiliki porsi 0,01% saham KKGI.

Selanjutnya, Perseroan akan menyelenggarakan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) untuk memutuskan permohonan pengunduran diri tersebut, paling lambat 90 hari setelah tanggal kejadian.

Dengan mundurnya dua anggota direksi ini, maka Direksi KKGI yang tersisa adalah Wimpi Salim, Agoes Soegiarto, Eddy, dan Tan Ying Mei. (ZH)