Serangan di Hormuz susutkan lalu lintas tanker, pasokan terancam
Selasa, 21 Juli 2026
JAKARTA - Arus pelayaran komoditas melalui Selat Hormuz kembali menyusut di awal pekan seiring meningkatnya kehati-hatian pelaku industri setelah gelombang serangan terbaru antara Amerika Serikat dan Iran.
Seperti dikutip Reuters, data Kpler, menunjukkan hanya empat kapal pengangkut komoditas yang melintasi Selat Hormuz pada Senin, turun dari tujuh kapal sehari sebelumnya. Sebagian besar kapal memilih rute pelayaran di sisi perairan Iran.
Dari total kapal yang melintas, dua kapal keluar dari Selat Hormuz, terdiri atas satu kapal tanker bermuatan petrokimia dan satu kapal tanker kosong. Sementara itu, dua kapal yang memasuki selat merupakan kapal pengangkut bitumen dan kapal tanker minyak.
Tidak ada very large crude carrier (VLCC) maupun kapal tanker liquefied natural gas (LNG) yang tercatat melintasi jalur strategis tersebut pada hari yang sama.
Ketegangan di kawasan semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade laut terhadap Arab Saudi pada Senin.
Di sisi lain, United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) pada Selasa melaporkan telah menerima sejumlah laporan dari kapal tanker yang mengaku terkena proyektil tak dikenal saat melintasi Selat Hormuz.
Secara terpisah, perusahaan pelayaran Yunani Dynacom Tankers mengungkapkan dua kapal yang dikelolanya terkena proyektil dengan asal yang belum diketahui ketika berlayar di lepas pantai Oman pada Senin.
Dalam insiden lain, satu kapal tanker yang juga berada di bawah pengelolaan perusahaan tersebut dilaporkan diserang pesawat nirawak di terminal Caspian Pipeline Consortium (CPC) Novorossiysk, Laut Hitam, Rusia.(DH)