BREN raih kredit Rp5,4 triliun untuk proyek Suoh Sekincau dan Hamiding

Selasa, 21 Juli 2026

image

JAKARTA – PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN), melalui anak usaha yang berbasis di Singapura, Star Energy Group Holdings Pte. Ltd. (SEGHPL), telah meraih fasilitas pinjaman berjangka (term loan) senilai US$300 juta pada Jumat, 17 Juli 2026 lalu.

Pinjaman itu diberikan oleh salah satu bank terbesar Thailand, Bangkok Bank Public Company Limited, dengan nilai setara Rp5,37 triliun, mengacu pada nilai kurs Rp17.903 per dolar AS pada Selasa (21/7).

Menurut keterangan resmi Perseroan, Selasa (21/7), term loan US$300 juta tersebut terdiri atas dua fasilitas, yaitu komitmen fasilitas A senilai US$105 juta dan komitmen fasilitas B senilai US$195 juta.

Fasilitas A akan tersedia hingga 31 Agustus 2026, sedangkan fasilitas B tersedia hingga 30 Desember 2027. Jatuh tempo kedua komitmen pinjaman tersebut adalah 60 bulan (5 tahun) setelah tanggal penarikan pertama.

Manajemen BREN menyebutan bahwa fasilitas A senilai US$105 juta akan digunakan untuk biaya pra-konstruksi wilayah prospek panas bumi Suoh Sekincau di Sumatra.

Kemudian, US$105 juta lainnya dari fasilitas B akan digunakan untuk penyertaan modal (equity injection) ke dalam PT Star Energy Suoh Sekincau.

Sementara itu, US$90 juta sisanya akan disetor sebagai modal PT Star Energy Geothermal Indonesia untuk proyek panas bumi Hamiding di Maluku Utara.

Melalui pinjaman ini, SEGHPL dan BREN memproyeksikan arus pendanaan yang lebih kuat dan memadai, sehingga dapat mengoptimalkan arus kas dan mendukung pengembangan proyek eksisting dan yang akan datang secara berkelanjutan.

Sebagai catatan, pinjaman ini setara dengan 33,95% total ekuitas BREN per 2025 sebesar US$883,52 juta – menjadikan transaksi ini termasuk dalam transaksi material.

Fasilitas pinjaman ini juga diproyeksi akan mendongkrak liabilitas BREN yang tercatat sebesar US$2,98 miliar per Desember 2025 – yang berarti debt-to-equity ratio (DER) BREN berada di level 3,4.

Di sisi lain, kas dan setara kas BREN hingga akhir 2025 tercatat sebesar US$168,68 juta. (ZH)