NPL sehat, BMRI catat laba bersih Rp5,26 triliun pada November 2025

Rabu, 17 Desember 2025

image

JAKARTA - PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) atau Bank Mandiri, membukukan laba bersih bank only sebesar Rp5,26 triliun pada bulan November 2025, naik 28,7% dari bulan sebelumnya.

Namun, secara kumulatif sepanjang Januari–November 2025, laba bersih Bank Mandiri tercatat Rp44,15 triliun, lebih rendah 6,4% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai Rp47,17 triliun.

Peningkatan laba Bank Mandiri menjelang akhir tahun didorong oleh penyaluran kredit yang lebih ekspansif, seiring dengan injeksi likuiditas lewat penempatan dana pemerintah di Bank Himbara.

Kredit Bank Mandiri bank only tercatat tumbuh 13,1% secara tahunan menjadi Rp1.452 triliun per akhir November 2025, melampaui rata-rata pertumbuhan kredit industri. Sementara itu, DPK perseroan tumbuh 15,9% secara tahunan menjadi Rp1.584 triliun.

Dengan demikian, rasio kredit terhadap dana pihak ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) tetap terjaga di kisaran 91%.

Peningkatan penyaluran kredit masih disertai kualitas aset yang terjaga. Bank Mandiri mencatatkan rasio kredit bermasalah (NPL) gross sebesar 0,99% per November 2025, sedangkan coverage ratio berada di sekitar 260%.

Perbaikan kualitas aset turut mendorong penurunan beban pencadangan sebesar 36% secara tahunan, yang memberikan ruang bagi penguatan laba pada bulan November.

Pendapatan bunga sepanjang 11 bulan pertama 2025 memang tercatat naik 9,4% menjadi Rp111,32 triliun. Meskipun beban bunga naik 21,64% menjadi Rp40,32 triliun, pendapatan bunga bersih mampu tumbuh 3,5% menjadi Rp70,99 triliun. 

Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Novita Widya Anggraini, menyampaikan bahwa kinerja tersebut masih mencerminkan konsistensi perseroan dalam menjalankan strategi pertumbuhan secara disiplin dan terukur.

Menurutnya, Bank Mandiri terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis dan penguatan fundamental perusahaan.

“Arah kebijakan bisnis kami tetap difokuskan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan,” ujar Novita dalam siaran pers yang dikutip Senin (15/12).

Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit dan dana pihak ketiga (DPK) tetap berada pada level dua digit hingga akhir 2025, dengan tetap menjaga kualitas aset.

Ia menilai prospek ekonomi nasional masih cukup solid dan menjadi peluang bagi perseroan untuk mempertahankan kinerja yang positif.

Novita menegaskan bahwa perseroan akan terus berfokus pada kinerja jangka panjang dan optimistis dapat mempertahankan performa yang solid hingga akhir tahun, sekaligus menyiapkan fondasi pertumbuhan yang sehat untuk periode selanjutnya. (DK/ZH)