CEO Sucor Sekuritas: 3 Perusahaan jumbo akan IPO pada 2026

Kamis, 18 Desember 2025

image

JAKARTA - PT Sucor Sekuritas optimistis pasar modal Indonesia akan semakin bergairah seiring meningkatnya literasi investor dan minat terhadap penawaran umum perdana saham (IPO) berkualitas.Sucor Sekuritas sendiri sudah memiliki tiga perusahaan jumbo berkapitalisasi pasar di atas Rp1 triliun dalam pipeline IPO untuk tahun 2026 mendatang,CEO Sucor Sekuritas, Bernadus Wijaya, mengungkapkan bahwa tiga calon emiten ini berangkat dari sektor yang beragam, mulai dari energi, consumer goods, hingga teknologi.Satu emiten diproyeksikan melantai pada semester I 2026, sementara dua lainnya berpotensi menyusul pada semester II. Namun, perusahaan enggan merinci lebih jauh terkait identitas institusi yang terlibat, karena masih bersifat rahasia.Hal ini ia kemukakan saat hadir dalam pencatatan perdana saham PT Super Bank Indonesia Tbk (SUPA) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Rabu (17/12).Sucor Sekuritas merupakan salah satu dari empat sekuritas yang mengawal pencatatan saham perdana SUPA, selain PT Mandiri Sekuritas, PT CLSA Sekuritas Indonesia, dan PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM).Seperti yang diberitakan IDNFinancials.com, Superbank berhasil mencatatkan lebih dari satu juta pesanan dengan tingkat kelebihan permintaan (oversubscription) lebih dari 300 kali dalam aksi korporasinya.“Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya “haus” masyarakat terhadap emiten dengan fundamental dan prospek yang solid,” katanya.Ia sendiri menyebutkan bahwa langkah debut SUPA di pasar modal merupakan salah satu strategi kunci pengembangan bisnis bank digital Grup Emtek tersebut.“Perluasan literasi pasar modal menjadi kunci untuk menghimpun dana pihak ketiga dengan nominal yang lebih besar ke depan. Strategi ini diyakini mampu mendorong penguasaan pangsa pasar hingga 50% dalam jangka panjang,” ujarnya, saat pencatatan perdana saham SUPA, di Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu (17/12).Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa keyakinan tersebut turut ditopang oleh kuatnya ekosistem digital yang dimiliki, termasuk kolaborasi dengan Grab sebagai salah satu ekosistem teknologi terbesar di Indonesia.Selain itu, dukungan ekosistem lain dalam Grup Emtek, seperti media berbasis video, institusi pendidikan, hingga jaringan rumah sakit, dinilai dapat dimanfaatkan untuk penyaluran berbagai produk keuangan, baik dari sisi pendanaan (funding) maupun kredit.Sebagai catatan, selain SUPA, Sucor Sekuritas juga menjadi penjamin emisi efek dalam IPO PT Raharja Energi Cepu Tbk (RATU), emiten minyak dan gas milik konglomerat Happy Hapsoro.Pada saat pencatatan perdana saham RATU, saham RATU juga meroket 24,78%, menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA), ke level Rp1.435, bahkan terus mencetak ARA hingga 10 kali berturut-turut – termasuk saat periode Full Call Auction (FCA).Saat itu, RATU menawarkan 543,01 juta saham dengan harga penawaran Rp1.150 per lembar, atau total nilai IPO sebesar Rp624,46 miliar.Kini, harga saham RATU sudah melonjak 795,65% dari harga IPO-nya, ditutup di level Rp10.300 per lembar pada akhir perdagangan hari ini, Rabu (17/12). (DK/ZH)